IMCNews.ID, Jambi - Minimnya curah hujan karena kemarau panjang menyebabkan debit sungai Batanghari turun drastis. Padahal, air Sungai Batanghari merupakan sumber utama pasokan air khususnya di Kota Jambi.
Air sungai Batanghari menjadi pasokan utama bagi PDAM sebelum dialirkan kepada pelanggan. Penjaga di Pintu Air Ancol, Kota Jambi, Syahruddin mengatakan, kondisi debit sungai Batanghari saat ini jauh di bawah normal.
Kata dia, Senin, 18 September 2023, debit sungai hanya mencapai 7,80 meter. Padahal sehari sebelumnya, pada Minggu, 17 September 2023, debit sungai masih sedalam 8,24 meter.
"Angka normal debit Sungai Batanghari berada pada posisi 9 meter," sebutnya.
Surutnya air sungai Batanghari ini juga mengganggu aktivitas masyarakat di Sungai. Kapal tongkang besar dan kecil mengalami kesulitan dalam melintasi Sungai Batanghari.
"Kapal tongkang kecil hanya bisa melintas pada malam hari saat pasang, sementara siang hari tidak memungkinkan karena kondisi air yang surut," katanya.
Penurunan debit Sungai Batanghari ini, menurutnya juga dipengaruhi oleh surutnya air laut, yang menyebabkan sungai tersebut terus menyusut.
Kondisi ini telah berlangsung selama beberapa pekan dan diperkirakan akan terus berlanjut jika tidak ada hujan yang cukup. (*)
Ivan Wirata Soroti Pengelolaan Sampah di Kota Jambi, Dorong Evaluasi Skema Tarif
Peredaran Narkotika Ro1,85 Miliar Berhasil Digagalkan, 53.000 Ekstasi dan Cartridge Diamankan
Faried Soroti Kinerja DLH Kota Jambi, Sebut Sosialisasi Soal OPBM Tak Masif
Ringankan Beban Korban Bencana, Gubernur Salurkan 10.189 Ton Beras Cadangan
Warga Jadi Korban Kecelakaan Angkutan Batu Bara, Jalan Talang Gulo Diblokir