IMCNews.ID, Jambi - Seluas 229 hektare lahan di Provinsi Jambi terbakar sejak Januari hingga awal Agustus 2023. Luasan lahan itu diketahui berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah menyampaikan, kebakaran lahan itu terjadi di delapan kabupaten.
Luasan lahan yang terbakar paling besar di Kabupaten Batanghari mencapai 111,14 hektare. Sementara paling sedikit di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yakni 4,80 hektare.
"Ini dari data dan laporan yang kita terima," ungkapnya.
Dia menyebut, kebakaran lahan terjadi di wilayah Kabupaten Muaro Jambi seluas 7 hektare. Lalu, Tebo seluas 31,20 hektare, Bungo 9,45 hektare, Sarolangun 40,02 hektare, Merangin 9,80 hektare, dan Tanjung Jabung Barat seluas 16,13 hektare.
"Kota Jambi, Kota Sungai Penuh, dan Kabupaten Kerinci nihil," sebutnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika selama periode 1 sampai 10 Agustus 2023 mendeteksi titik panas indikator kebakaran hutan dan lahan di sembilan kabupaten di wilayah Provinsi Jambi.
Titik panas selama kurun itu terpantau di Batanghari 19, Bungo 4, Kerinci 1, Merangin 24, Muaro Jambi 4, Sarolangun 34, Tanjung Jabung Barat 34, Tanjung Jabung Timur 9, dan Tebo 46. (*)
Karhutla Ancam Ketahanan Pangan, DPR Desak Perlindungan Petani dan Nelayan
Skor Indeks Demokrasi Jambi Turun, Kesetaraan dan Kebebasan Disorot
Bertemu MUI, Kapolda Jambi Bahas Kamtibmas hingga Karhutla TNKS
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Airlangga Klaim Lampaui Negara G20
Dua Bulan Kabut Asap, Kerugian Ekonomi Bisa Tembus Rp30 Triliun
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi