Tiga Perampok Nasabah Bank dengan Modus Pecah Kaca Dipelor

Sabtu, 28 Januari 2023 - 11:50:53 WIB

IMCNews.ID, Muarojambi - Tiga perampok nasabah bank dengan modus pecah kaca ditangkap Tim Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi dan Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muarojambi.

Ketiga pelaku bernama Edi Junaidi (30), Fuad (48), dan Harun Usman (53). Semuanya warga Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Ketiga perampok tersebut digerebek di tempat persembunyiannya di wilayah Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (25/1/2023). 

Polisi terpaksa melumpuhkan ketiganya dengan tembakan karena mencoba melawan saat mau ditangkap petugas.

Satu diantaranya, Edi Junaidi saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudhistira mengatakan, para pelaku merupakan komplotan perampok lintas Negara. 

Pelaku bernama Harun Usman telah tiga kali ditahan di Negara Singapura, pada tahun 2017, 2018, dan 2019 karena kasus yang sama.

‘’Mereka telah melancarkan aksinya di beberapa wilayah di Provinsi Jambi. Diantaranya di wilayah Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), dan Tanjungjabung Timur (Tanjabtimur)," katanya, Kamis (26/1/2023).

Menurut Andri, dari tiga wilayah tersebut terdapat lima laporan polisi yang diterima oleh Ditreskrimum Polda Jambi. Terakhir mereka beraksi pada 6 Januari 2023.

Pihaknya mendapatkan rekaman CCTV dari salah satu korban yang sedang mengambil uang di salah satu Bank.

"Berkat dari rekaman CCTV itu, tim langsung melakukan penyelidikan mendalam," sebutnya.

Andri menegaskan, pihaknya tidak segan- segan melakukan tindakan tegas dan terukur (tembak ditempat) terhadap para pelaku yang mencoba melawan petugas saat melaksanakan tugasnya. 

"Apalagi para pelaku ini sudah beberapa kali melancarkan aksinya di wilayah Provinsi Jambi," terangnya.

Andri menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku memiliki peran berbeda-beda. Ada yang berperan sebagai penggambar lokasi, joki, dan ada yang berperan sebagai eksekutor. 

"Mereka selalu berganti peran dalam setiap aksinya," tuturnya.

Lebih lanjut Andri menjelaskan, pada kejadian tanggal 6 Januari 2023, korban mengambil uang di salah satu Bank. 

Peralu diduga sudah mengintai korban sejak meninggalkan bank tersebut. Kebetulan setelah dari bank korban berhenti di salah satu tempat untuk belanja.

"Saat korban lengah, para pelaku langsung melancarkan aksinya dengan modus memecahkan kaca mobil milik korban dan langsung mengambil uang milik korban sebesar Rp 325 juta," katanya. 

Jika ditotal, dari melakukan aksi di tiga kabupaten, para pelaku berhasil merampok Rp 567 juta. "Ya.cukup banyak," kata Andri.

Saat ini pihak kepolisian tengah melakukan identifikasi terhadap para pelaku untuk mengetahui hasil curiannya itu dipergunakan untuk apa. 

"Kita sedang identifikasi uangnya itu kemana saja. Dari hasil keterangannya uang itu dipergunakan untuk membeli beberapa barang dan membayar hutang," ungkapnya.

Sementara, dari keterangan salah satu pelaku, dia sempat melakukan aksi perampokan ke Negara- negara lain. Namun tidak berhasil. 

"Jadi mereka ini pernah pindah- pindah Negara melakukan aksi. Tapi tidak berhasil," tandasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA