Tular Nalar-KI Provinsi Edukasi Lansia Cegah Hoax dan Penipuan Digital

Sabtu, 07 Januari 2023 - 19:19:37 WIB

IMCNews.ID, Muarojambi - Tular Nalar bekerjasama dengan Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi melakukan sosialisasi Akademi Digital Lansia kepada masyarakat di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Sabtu (7/1/2023).

Kegiatan ini diprakarsai Organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan didukung oleh Google.org.

Sejumlah warga yang ditemui mengaku berterimakasih karena sudah diajak dalam kegiatan ini.

"Kami jadi lebih paham, kalau tidak bisa mudah percaya dengan telepon dari orang luar yang menawarkan hadiah. Termasuk melindungi data pribadi," kata Azizah.

Hal serupa disampaikan Tegar. Ia mengaku banyak mendapatkan informasi soal modus penipuan.

"Intinya tadi jangan mudah percaya. Kamipun jadi paham soal modus penipuan dan cara menjaga data pribadi kami," lanjutnya.

Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi sekaligus PIC Wilayah Jambi, Siti Masnidar menjelaskan kemajuan teknologi saat ini memungkinkan munculnya kejahatan-kejahatan digital.

"Berbagai kejahatan muncul dari pihak yang tidak bertanggungjawab salah satu penipuan melalui internet," katanya.

Contoh saja, penipuan via telpon. Pelaku sengaja menghubungi dan meminta sang korban untuk mengikuti instruksi yang mereka berikan.

Sehingga akhirnya kita mengirimkan kode OTP ke mereka. Nah dengan secara tidak sengaja data pribadi kalian diambil alih sama mereka," katanya.

Lebih lanjut Siti Masnidar yang lebih akrab di sapa Aning menuturkan melalui kegiatan akademi lansia digital, pihaknya ingin memberikan informasi kepada masyarakat terutama bagi lansia terkait digitalisasi dan membentuk masyarakat yang cerdas.

"Kita harus pintar memilih dan membedakan mana berita yang benar maupun berita hoax," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Mekar Jaya, Ambo Tuo. Di era digitalisasi sekarang berbagai informasi sangat cepat beredar di tengah masyarakat.

"Terkadang tu sayo belum tahu terkait informasi yang ada, namun masyarakat sudah ado yang tahu," tuturnya.

Ia menegaskan, ini membuktikan bahwa sekarang masyarakat lebih mudah menggapai dan mendapatkan informasi.

"Dengan begitu masyarakat jangan terkecoh. Contoh saja yang disampaikan ibu Aning tadi, mentang-mentang mendapatkan telpon dari orang tidak dikenal dan mau diberikan uang 100 juta sudah melayang," katanya. (*)



BERITA BERIKUTNYA