IMCNews.ID, Kerinci - Penerimaan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Dinas Kesehatan kabupaten Kerinci, masih menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Pemerintah Pusat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan bahwa untuk tenaga kesehatan yang sudah diminta pendataan oleh BKPSDM Kerinci sekitar 600 orang lebih.
"Saat ini kita menunggu juknis, karena belum keluar, kalau Dinas Pendidikan sudah keluar. Jumlah yang kita usulkan lebih 200 orang, tapi kabarnya dari BKPSDM sekitar 40 orang yang disetujui, cuma belum sampai dengan saya suratnya," jelasnya.
Untuk calon tenaga PPPK yang masuk dalam pendataan dari BKPSDM Kabupaten Kerinci, tahun 2021 mundur kebelakang, sedangkan yang dari 2021 sampai tahun 2022 ini belum masuk dalam pendataan yang diminta oleh BKPSDM Kerinci.
"Saat ini masih ada beberapa Puskesmas dibutuhkan untuk tenaga kesehatan, seperti daerah terpencil,"ucapnya.
Dia menyebutkan beberapa Puskesmas di kabupaten Kerinci yang masih kekurangan tenaga kesehatan, seperti di Puskesmas Muara Emat, Tamiai dan Bukit Kerman.
Sedangkan untuk tenaga honorer lebih banyak yang menumpuk di Puskesmas di wilayah tengah sehingga Puskesmas di daerah terpencil masih kekurangan tenaga kesehatan.
"Kita tetap memaksimalkan dengan tenaga kesehatan yang ada saat ini, untuk tenaga kesehatan yang masih kurang seperti perawat gigi, tenaga Laboratorium, epidemiologi, tenaga kehatan lingkungan dan gizi," tandasnya. (*)
Kepercayaan Pasar, Variabel Tak Kasat Mata yang Menentukan Arah Rupiah dan IHSG
Sambut Jamaah Haji Kloter 13, Gubernur Al Haris Minta Maaf atas Kekurangan Layanan
Batik Air Terbang Perdana Jakarta-Bungo, Gubernur: Pemicu Pemerataan Pembangunan
Apresiasi Peran Polantas, Jurnalis di Jambi Berbagi Tali Asih
Gubernur Al Haris Hadiri Pengajian Umum dan Berikan Dukungan Pembangunan Pesantren
Dua Tahun Terbengkalai, Lapangan Voli Dipugar Kembali Satgas TMMD