IMCNews.ID, Meulaboh - Puluhan rumah warga di Desa Pasir dan Desa Ujong Kalak, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat sejak Ahad pagi hingga siang terendam pasang air laut (banjir) rob.
Akibat bencana alam tersebut, sejumlah warga terpaksa mengungsikan barang di rumah mereka ke tempat yang lebih aman guna menghindari terjangan pasang air laut.
Kepala Desa (Keuchik) Gampong Pasir, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat Romi Saputra kepada ANTARA di Meulaboh, Ahad, mengatakan bencana alam tersebut terjadi sejak pagi hari usai shalat Subuh.
Ia mengatakan untuk sementara hanya rumah warga yang berada di dekat bibir pantai yang terendam pasang air laut dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter.
Ia menjelaskan sejauh ini pihaknya telah melakukan pendataan terhadap rumah warga yang terdampak pasang air laut di daerah tersebut.
“Untuk saat ini baru sekitar 17 rumah warga yang terdata terkena banjir rob di desa kami,” kata Romi Saputra menambahkan, Pada Minggu (03/7).
Pihaknya juga sudah melaporkan bencana alam tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat dan pihak kecamatan, dengan harapan segera mendapatkan penanganan atau bantuan terhadap masyarakat yang terdampak.
Sementara itu, Pj Kepala Desa Ujong Kalak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat M Hasmi yang dikonfirmasi terpisah mengatakan sejauh ini aparat desa setempat masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak banjir rob di desa mereka.
“Kalau jumlah masyarakat terdampak belum pasti, karena masih dilakukan pendataan,” katanya.
Guna mengantisipasi meluasnya rendaman banjir rob di pemukiman masyarakat, ia bersama warga masih melakukan gotong-royong guna membersihkan saluran utama parit di desa mereka, dengan harapan aliran air laut tidak tergenang di pemukiman masyarakat, tuturnya. (IMC02/ant)
Raih Opini WTP ke-14, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan
Dua Terdakwa Kasus 58 Kg Sabu Dituntut Seumur Hidup Oleh JPU Kejari Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang Kota Jambi Seret Nama Sejumlah Pejabat
Bapemperda DPRD Jambi Konsultasikan Ranperda Pengelolaan Tahura ke Kemenhut
Soal PI Migas, Al Haris Ungkap Baru Satu Perusahaan Setuju Beri 10 Persen