IMCNews, Muaro Jambi - Hujan lebat dan angin kencang pada Rabu (04/5/2022) malam menyebabkan pagar tembok SDN 76 Muaro Jambi yang berada di kecamatan Jambi Luar Kota, Desa Mendalo darat ambruk.
Sejumlah puing material tembok pagar menutupi sebagian bangunan samping gedung sekolah.
Informasi yang diperoleh, peristiwa ambruknya pagar tembok sekolah negeri itu terjadi pada pukul 20.00 WIB.
Warga mengaku mendengar suara gemuruh saat tembok roboh. Namun mereka tidak berani memastikan karena hujan sangat lebat. Hingga pagi hari warga melihat material tembok telah menutupi bagian samping gedung sekolah.
Ketua RT setempat, Sukardi mengaku baru melihat kejadian tersebut setelah mendengar laporan dari warga.
"Saya mendengar laporan dari warga kalau tembok pagar SD ambruk, mendengar itu saya langsung meninjau ke lokasi dan benar tembok SD yang tinggi kurang lebih 2 meteran tersebut ambruk sepanjang sekitar 15 meteran," ungkapnya.
Dirinya mengatakan sudah memberi himbauan agar mobil besar tak melintas karena takut terjadi longsor susulan mengingat tembok tersebut berdampingan dengan jalan ke pemukiman warga.
“Iya hujan tadi malam sangat lebat dan kemungkinan karena posisi tembok tersebut di tebing dan terjadinya abrasi sehingga menyebabkan tembok tersebut roboh," jelasnya.
Sukardi juga mengatakan dirinya juga sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak yang terkait dan juga sudah melaporkan kepada pemerintah desa setempat.
"Pemerintah desa setempat sudah meninjau ke lokasi pagi tadi," katanya.
Dirinya berharap agar pagar ini segera diperbaiki, karena khawatir mengingat anak sekolah sebentar lagi akan masuk sekolah kembali setelah libur hari raya idul Fitri.
Dari pantauan dilokasi , hingga pagi ini belum ada petugas yang melakukan pekerjaan dan puing tembok masih berantakan di sekitar samping gedung sekolah. (IMC01)
Gubernur Al Haris: Tidak Boleh Ada Ruang untuk Narkoba di Jambi
Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.800 Hingga 17.500
PSM Resmi Dikukuhkan di Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Pembinaan dan Event Kejuaraan
Tiga Awak KM TS Daya Niaso Tewas Keracunan Gas Saat Perbaikan di Pinggiran Sungai Batanghari