IMCNews.ID, Bungo - Kasus longsor di tambang batubara milik PT Kuansing Inti Makmur (KIM), di Desa Tanjung Belit Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Rabu, 9 Maret 2021 lalu kini dalam penyelidikan Polres Bungo bekerja sama dengan tim dari Kementerian ESDM.
Kejadian itu menewaskan dua pekerja. Polisi menduga ada kelalaian atau salah prosedur penggalian tambang. Kapolres Bungo, AKBP Guntur Sapurto mengatakan pihaknya masih meminta klarifikasi pihak perusahaan untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.
“Apakah murni karena bencana atau karena ada prosedur kerja yang tidak dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP),” katanya.
Untuk kepentingan penyidikan, polisi sudah memasang garis polisi (police line) di areal tanah longsor pertambangan PT KIM.
Menurut Guntur, dalam penyelidikan ini pihaknya menggandeng tim teknis dari Kementerian ESDM untuk melakukan kajian di lokasi kejadian.
Guntur juga menghimbau kepada para pekerja dan masyarakat yang tidak berkepentingan tidak mendekati atau masuk ke kawasan longsor di areal tambang. Sebab, kawasan tersebut masih rawan. Apalagi kondisi cuaca hujan dan tanahnya yang rentan.
"Sudah barang pasti itu akan sangat beresiko. Ketika orang yang tidak tahu ataupun masyarakat yang melihat ke sana," imbuhnya.
Seperti diberitakan, longsornya tambang batubara PT Kuansing Inti Makmur (KIM) menyebabkan dua karyawan tewas dan dua lainnya mengalami luka berat serta ringan.
Kedua korban tewas yakni, Suhanda Mulya alias Wanda (33), Agus Setiyono (32) yang merupakan karyawan PT Hanwa, Sub Kontraktor yang menangani penggalian tambang.
Jenazah Wanda baru ditemukan Tim SAR dan Polres Bungo dari timbunan longsor, Kamis (10/3) pagi. Sementara dua karyawan lagi, Pirna Irwansyah (35) mengalami patah tulang kaki, dan Riwayat (42) hanya mengalami luka ringan dan trauma.
Keduanya merupakan karyawan PT CK yang bertugas sebagai operator eksavator. Selain empat korban, satu unit alat bor dan 2 ekskavator juga rusak tertimpa material longsoran. (IMC01)
RUPST PHR Perkuat Kemandirian Energi dan Kinerja Berkelanjutan
Jadi Barometer, Komisi I DPRD Bengkulu Bahas Penguatan Kelembagaan & Sengketa dengan KI Jambi
Wamen Imipas Diduga Sudah Dapat Jatah Pengurusan Izin Tinggal WNA Sejak Jabat Dirjen Imigrasi
Seorang Jamaah Haji Asal Merangin Meninggal Akibat Serangan Jantung di Makkah
Faried Tegaskan DPRD dan Pemkot Jambi Terus Perjuangkan Warga Terdampak Zona Merah
Al Haris Minta Proyek Sekolah Rakyat Dipercepat Demi Sambut Siswa Baru
Penerapan e-TLE Terkendala, Dari 1.513 Pelanggaran, Hanya 60 yang Bisa Dikonfirmasi