IMCNews.ID, Kendari - Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rasio Ridho Sani menyebutkan pentingnya komitmen menindak tegas para pelaku penambangan ilegal sesuai ketentuan perundang-undangan.
"Siapa pun yang terlibat tindak pidana kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan tentu harus kita tindak, karena kami bersama-sama dengan kejaksaan, kepolisian, dan juga instansi pemerintah lainnya," katanya di sela-sela penyerahan tersangka dan barang bukti kasus tambang ilegal kepada Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara di Kendari, Jumat (11/3).
Menurutnya, pelaku penambang ilegal tidak hanya merusak lingkungan dan kawasan hutan tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian negara bahkan dapat menimbulkan bencana ekologis.
"Negara kehilangan pendapatan termasuk juga berpotensi menimbulkan bencana ekologis yang bisa membahayakan kehidupan masyarakat," ujar dia.
Oleh karena itu, dia menegaskan, siapa pun yang melakukan kejahatan tindak pidana lingkungan hidup dan kehutanan harus dihukum seberat-beratnya.
"Semua orang di mata hukum sama, jadi kami akan melakukan penegakan hukum secara serius," ujar dia.
Dia menjelaskan instruksi penindakan tegas bagi para pelaku kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan sesuai perintah Menteri LHK Siti Nurbaya sehingga dapat memberi efek jera.
Hingga saat ini KLHK telah membawa 1203 kasus kejahatan lingkungan dan kehutanan ke pengadilan, serta melakukan 1783 operasi pemulihan keamanan kawasan hutan dan lingkungan.
"Kami tidak akan berhenti melakukan penindakan terhadap kegiatan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan karena kami diperintahkan untuk melakukan tindakan ini demi komitmen pemerintah," demikian Rasio. (IMC02/ant)
Enam Rakit PETI di Tambun Arang Dibakar, Polisi Sisir Lokasi Tambang Emas Ilegal
Dugaan Penembakan di Lokasi PETI Lubang Tikus Bungo, Noviardi Ferzi Desak Kapolda Jambi Usut Tuntas
Polres Tebo Sisir Lokasi Tambang Ilegal di Rimbo Bujang, Bekas Rakit PETI Dibakar
Bahlil Tutup Jalur Transit Ekspor SDA, Mulai 2027 Batu Bara Wajib Lewat Danantara
Polisi Tindak PETI di Merangin, Sejumlah Orang Bawa Kecepek Datangi Mapolres
Usai Bertemu Prabowo, Yusril Dorong Underinvoicing Dikaji sebagai Tindak Pidana Korupsi
Dua Pemuda Ditangkap Polisi Lakukan Penipuan Berkedok Jual Beli Online