IMCNews.ID, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperingatkan empat hal penting yang harus diutamakan untuk memperkuat budaya antikorupsi di seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah.
"Dalam rangka penguatan, optimalisasi dan internalisasi budaya antikorupsi, saya minta hal-hal berikut perlu mendapat perhatian. Pertama, manfaatkan kecanggihan teknologi informasi," kata Wapres dalam sambutannya di acara penutupan Peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) Tahun 2021 di Gedung Juang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Kamis (9/12/2021).
Wapres menambahkan optimalisasi memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi tersebut bertujuan untuk mengawasi dan memberantas adanya tindak pidana korupsi.
Media sosial juga dapat digunakan sebagai platform untuk menjadi pengendali terhadap masyarakat dan pegiat antikorupsi untuk melakukan pengawasan.
"Kedua, terapkan sanksi dan hukuman yang tegas terhadap setiap pelaku korupsi sebagai penegakan hukum dan menjaga kewibawaan aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi," tegas Wapres.
Selanjutnya, yang ketiga, Wapres meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengutamakan nilai dasar atau core value “BerAKHLAK” yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.
"Ketiga, bangun mindset aparatur birokrasi yang ber-AKHLAK secara sungguh-sungguh dan konsisten, agar menjadi pelopor budaya antikorupsi di dalam pemerintahan," tuturnya.
Terakhir, yang keempat, Wapres minta nilai-nilai antikorupsi harus gencar ditanamkan di setiap pola pikir ASN, pejabat pemerintah dan masyarakat, sehingga menjadi karakter bangsa.
"Yang keempat, gencarkan dan pupuk nilai-nilai antikorupsi agar menjadi karakter bangsa. Peran orang tua, guru, ulama, dan akademisi dapat menjadi kekuatan sosial bersama," ujarnya. (IMC01)
Eks Kadisdik Jambi Varial Adhi Putra dan Dua Tersangka Lain Dilimpahkan ke JPU Kasus DAK SMK
Presiden Tunjuk Wamentan Jadi Kepala BGN Pasca Penguduran Diri Nanik
Baru Sebulan Lebih Menjabat, Nanik S Deyang Mendadak Mundur Dari Kepala BGN
Tingkat Perceraian Tinggi, Bangun Keluarga Tak Cukup Cuma Modal Cinta
Jokowi Ungkap Penilaian Masyarakat Pemberantasan Korupsi Masih Buruk