IMCNews.ID, Tebo - Mega Proyek, yakni pembangunan gedung 3 lantai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Tebo masih terus berjalan.
Kegiatan pembanguannya telah dilaksanakan sejak (31/05/2021) lalu dengan anggaran Rp 35,29 miliar. Kegiatan itu akan berakhir pada Desember ini.
Direktur Utama RSUD STS Tebo, dr Oktavieni mengaku, tim percepatan menargetkan awal bulan Desember pembangunan sudah sampai 70 persen.
Dia mengklaim, saat ini pembangunan gedung pelayanan 3 lantai dan gedung PCR baru sampai 45 persen.
"Karena pengerjaan fisik, infrastruktur, maupun pengadaan pabrikan bisa diangka 70 persen," ungkapnya.
Diakuinya, keterlambatan pembangunan gedung pelayanan 3 lantai dan gedung PCR ini disebabkan keterlambatan kontrak yang dilakukan pada akhir bulan Mei.
Selain itu, juga adanya peningkatan kasus Covid-19 sehingga pemerintah pusat menaikkan level PPKM. Padahal, rata-rata pekerja yang membuat pondasi berasal di luar pulau Sumatera. Ketika itu pekerjaan baru mau dikerjakan awal bulan Juni usai tanda tangan kontrak.
Sebelumnya, Bupati Tebo Sukandar mengaku pesimis pembangunan yang di danai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 36 miliiar untuk membangun gedung pelayanan dan gedung PCR akan selesai tepat waktu. Bahkan ia meminta kepada Dirut RS STS Tebo menyiapkan berita acara.
"Kita akan meminta Dirut siapkan berita acara, jika pembangunan ini tidak selesai hingga akhir tahun. Untuk menjadi alasan kepada BPK RI Perwakilan Jambi dan BPKP," pungkasnya. (IMC01)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN