IMCNews.ID, Moskow - Rusia mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya telah menangkap tiga tersangka agen intelijen Ukraina, termasuk satu yang dituduh berencana melakukan serangan menggunakan dua bom rakitan.
Tuduhan yang dilontarkan Rusia itu dibantah Kiev sebagai rekayasa.
Penangkapan itu terjadi di tengah kekhawatiran Ukraina dan Barat atas penempatan pasukan Rusia di dekat Ukraina. Moskow membantah merencanakan invasi dan menuduh Ukraina menempatkan pasukannya sendiri di timur negara itu.
Jasa keamanan FSB Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang tersangka perwira intelijen militer Ukraina telah ditangkap "basah" dengan dua bom yang diselundupkan ke perbatasan.
FSB mengatakan dua orang lainnya, yang diduga agen Dinas Keamanan Ukraina (SBU), telah berusaha mengumpulkan intelijen di Rusia dan memfilmkan infrastruktur transportasi dan perusahaan-perusahaan penting yang strategis.
BACA JUGA : Menhan AS Pantau Respons Internasional Soal Tindakan Rusia ke Ukraina
Badan intelijen militer Ukraina menolak berkomentar. Sementara SBU membantah tuduhan Rusia.
"Pernyataan seperti itu oleh FSB harus dilihat secara eksklusif melalui prisma perang hibrida, di mana ... propaganda dan penyebaran pernyataan palsu memainkan peran penting," katanya. (IMC02/Ant)
Sumber: Reuters
SMSI-RRI Dorong Kolaborasi Media Perkuat Kompetensi Jurnalis dan Jernihkan Informasi
Wagub Sani Ajak Masyarakat Perkuat Adat dan Waspadai Geng Motor, Narkotika serta Intoleransi
Masyarakat Diimbau Waspadai Travel Umrah yang Tawarkan Harga Tak Wajar
BNI Hadirkan Akses Eksklusif Menikmati Andrea Bocelli "Romanza" di Indonesia
Mendorong Pelestarian Partisipatif di Situs Candi Pematang Jering
Bahlil Sebut Rencana Pembatasan Pertalite Masih Dalam Kajian
Menhan AS Pantau Respons Internasional Soal Tindakan Rusia ke Ukraina