Penganiayaan Anak Viral, 10 Terduga Pelaku Diciduk

Rabu, 24 November 2021 - 05:11:55 WIB

IMCNews.ID - Rekaman video penganiayaan yang dialami seorang pelajar SMP berusia 13 tahun beredar luas dan viral di media sosial. Video siswi yang dianiaya berdurasi 2 menit dan 29 detik yang menunjukkan aksi kekerasan yang dilakukan oleh sejumlah orang pelaku terhadap korban.

Korban penganiayaan dan persekusi itu erlihat masih menggunakan baju seragam saat dianiaya. Kejadian tersebut, dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Blimbing, Kota Malang pada 18 November 2021.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota mengungkap kronologi terkait kasus persetubuhan yang berujung penganiayaan itu.

BACA JUGA : Remaja Putri ''Dijual'' Rp1,2 Juta 

Kapolresta Malang Kota, AKBP Budi Hermanto, Selasa (23/11/2021) mengatakan, bahwa kejadian penganiayaan yang menimpa siswi berusia 13 tahun tersebut bermula pada saat korban dibawa seseorang ke suatu tempat. 

"Kejadian itu berawal pada saat korban dibawa oleh seseorang ke suatu tempat dan dilakukan persetubuhan," ungkapnya. 

Kemudian istri siri dari terduga pelaku persetubuhan tersebut mengetahui kejadian itu. Lalu, istri siri terduga pelaku persetubuhan membawa beberapa orang temannya untuk menginterogasi korban dan melakukan tindakan kekerasan.

Ia menjelaskan, kejadian tersebut menyebabkan korban mengalami tekanan psikologis dan terpukul. Pihak kepolisian masih berupaya untuk mendalami perkara tersebut dari sejumlah alat bukti yang telah diamankan.

"Setelah kami menerima laporan, melihat bahwa kondisi psikis korban masih sangat terpukul. Kami menjaga psikologis dari korban dan terduga pelaku, karena mereka statusnya adalah anak," katanya. 

Saat ini, polisi telah mengamankan 10 terduga pelaku penganiayaan anak tersebut. Seluruh terduga pelaku penganiayaan termasuk satu terduga pelaku persetubuhan, masih berstatus anak-anak.

Ia menambahkan para terduga pelaku tersebut saat ini masih berstatus sebagai saksi. Penetapan tersangka akan dilakukan usai Polresta Malang Kota melakukan gelar perkara.

"Saat ini status mereka sebagai saksi. Namun, dalam proses pemeriksaan (mereka) mengakui semua perbuatan sesuai dengan kriteria masing-masing," tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo menambahkan motif aksi kekerasan tersebut dilatarbelakangi adanya rasa kesal salah seorang pelaku karena melihat suami sirinya tidur dengan korban.

"Dari pelaku, memang ada kekesalan karena melihat suami siri tidur dengan seorang perempuan. Itu yang memicu kejadian tersebut," kata Tinton.

Tinton menjelaskan, pasangan suami istri yang menikah siri tersebut saat ini juga masih berstatus anak-anak. Para pelaku dan korban sejauh ini dilaporkan saling mengenal satu sama lain.

"Korban dan pelaku ini memang mereka saling mengenal, karena kalau dibilang teman, mereka teman, tapi tidak yang terlalu akrab," katanya.

Pasal yang disangkakan pada kasus tersebut adalah pasal 80 Undang-Undang Nomor 35/2014 atas perubahan UU Nomor 23/2002 tentang Perlingungan Anak, atau pasal 170 ayat 2 KUHP dan atau pasal 33 ayat 2 KUHP.

Kemudian, pasal 81 UU Nomor 35/2014 tentang perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman lima hingga sembilan tahun penjara terhadap kekerasan anak, dan persetubuhan dengan ancaman penjara selama 15 tahun. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA