Proyek Drainase Dituding Jadi Biang Banjir

Jumat, 19 November 2021 - 06:16:04 WIB

IMCNews.ID, Muaro Tebo - Guyuran hujan lebat pada Rabu malam lalu menyebabkan genangan banjir di komplek perkantoran Pemkab Tebo. Proyek pembanguan drainase dituding biang keroknya.

Pasalnya, saluran gorong gorong pembuangan air Danau Raya mengarah ke rawa tertutup. Akibatnya, sejumlah rumah dan toko kelontong di KM 12, RT 12, Desa Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah terendam.

"Gorong gorong air danau ke rawa ditutup samo orang proyek. Jadi macam mano air nak ngalir," kata Mansyur, tokoh masyarakat Desa Sungai Alai yang juga terdampak banjir, Kamis (18/11/2021).

Menurut Mansyur, sebelum adanya perbaikan drainase, meskipun hujan deras wilayah tersebut tidak pernah kebanjiran.

BACA JUGA : Ruko di Atas Drainase Belum Ditindak, Pemkot Dituding Lakukan Pembiaran

"Baru kali ini banjir. Saya harap ada pertanggungjawaban pihak proyek untuk membuka kembali gorong gorong yang buntu itu," katanya.

Mansyur menegaskan selama 20 tahun bermukim di tempat itu baru sekarang ini kebanjiran. Sebelumnya ada dua gorong-gorong, namun pada pelebaran jalan tahun 2019, ditutup satu setelah disambung dengan gorong-gorong yang lebih kecil.

"Sayo tinggal disini dari tahun 2001 dan belum pernah kayak gini," katanya.

Dia menjelaskan, tahun 2019, ada pembangunan box yang serentak dengan pelebaran jalan. Tapi, penempatan box tidak sesuai tempat. Box yang seharusnya dibangun dekat danau di sebelah rumahnya, malah dibangun jauh.

"Dimano letak danau, Dimano boxnyo, terus dak dibuat parit pula, inilah jadinya," jelasnya.

Hendri Anum, pemilik rumah makan yang juga terendam mengatakan, Rabu (17/11) sekitar pukul 23.00 WIB, air mulai naik dan mencapai lutut orang dewasa.

Akibat banjir ini, dia tidak bisa berjualan. Barang barang dan beras yang dia beli juga terendam. "Adolah 80 kilo beras yang terendam," ujarnya.

Selain itu, luapan air juga menggenangi Jalan Lintas Tebo-Bungo KM 5 Kelurahan Tebing Tinggi. Banjir seperti sebelumnya belum pernah terjadi. Menurut pemuda setempat, Ucok Marpaung, banjir terjadi karena drainase tidak mampu menampung debit air.

"Sebelumnya belum pernah terjadi," ujarnya.

Air yang menggenangi jalan Lintas KM 12 Tebo-Bungo menyebabkan arus lalulintas terhambat. Kemudian ketika ada truk tronton lewat, ada satu titik pecah pada badan jalan yang tepat di sebelahnya ada danau penampungan air. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA