IMCNews.ID, Jambi - Sebanyak 24 tahanan lapas khusus anak di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, kabur, Senin (15/11/2021) dini hari.
Kapolda Jambi, Irjen Pol Albertus R Wibowo langsung turun meninjau kondisi lapas tersebut.
"Tahanan titipanPolres yang kabur pada Senin dini hari (15/11) dan saat ini sudah satu tahanan yang menyerahkan diri," kata Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulya Prianto.
Puluhan tahanan itu dititipkan sementara di Lapas khusus anak karena Gedung Polres Batanghari sedang dibangun Tim yang dipimpin Kabid Propam Polda Jambi telah diturunkan untuk mendalami kejadian tersebut.
"Untuk perkembangan selanjutnya akan disampaikan lagi nanti setelah ada hasil pengecekan dari Pak Kapolda di lapangan," kata Prianto.
Sementara itu, data Polres Batanghari, kejadian bermula pada Minggu 14 November 2021 sekira pukul 21.30 WIB, petugas piket penjagaan memeriksa sel tahanan.
Sekitar pukul 22.00 WIB salah satu tahanan, Ledi Azwar, sebagai otak pelaku mengambil balok kayu dari kamar mandi kemudian mencongkel salah satu besi behel jendela ruang tahanan yang dia huni sehingga besi itu patah dan lepas dari rangka teralis.
Kemudian Azwar mencoba untuk menyiasati besi itu terpasang kembali dirangka dengan mengikat menggunakan tali agar tidak diketahui petugas jaga.
Dia mengatur siasat dengan tahanan lain agar mau melarikan diri secara bersama-sama sekitar pukul 24.00 WIB. Satu tahanan memanggil nama salah satu petugas jaga dari arah dalam ruang sel, namun tidak ada jawaban dari petugas.
Peluang itulah yang digunakan Azwar dan tahanan lainnya untuk membuka kembali besi yang tadi terikat tali. Kemudian mereka keluar dari ruang tahanan melalui lobang atau celah jendela yang berhasil dibuka menuju lorong selasar.
Selanjutnya yang bersangkutan diduga juga telah mematikan kamera pengintai dengan mencabut kabel dari sambungan listrik yang mengakibatkan layar monitor mati.
Diduga Azwar berusaha mencari kunci pintu sel tahanan dan akhirnya menemukan di dalam saku baju kemeja petugas jaga atas nama Bripda Ridho yang saat itu sedang digantung di salah satu jendela ruang jaga.
Setelah berhasil menemukan kunci, Azwar kemudian membuka tiga pintu sel tahanan yang berisi total 24 orang. Atas komando dari tahanan bernama Amin, seluruh tahanan akhirnya bersama-sama melarikan diri melewati pintu penjagaan yang tidak ada petugasnya.
Mereka memanjat dinding bangunan setinggi 2,5 meter. Mereka memanjat dinding pagar LPKA sekira tinggi empat meter dengan menggunakan beberapa kain sarung yang diikat menjadi satu untuk sebagai tali.
Mereka lari ke arah perkebunan belakang atau samping kanan lapas tersebut. Namun salah satu tahanan, Rahmat Dwi Putra, menyerahkan diri hanya 1,5 jam setelah dia bisa kabur. Ia melapor kepada petugas jaga di pintu utama lapas tersebut. (IMC01)
Berujung Damai, SAD Sepakat Tak Lagi Ambil Sawit di Lahan PT SAL dan Tinggalkan Kecepek
KABAR DUKA! Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Tutup Usia Akibat Serangan Jantung
Polisi Bongkar Produksi dan Peredaran Kosmetik Ilegal Mengandung Merkuri
Gubernur Al Haris Dorong HKTI Jadi Lokomotif Gerakan Pangan di Jambi
Satu dari 24 Napi yang Kabur dari Lapas Anak Sungai Buluh Serahkan Diri