IMCNews.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan sektor pariwisata dapat menjadi solusi kebangkitan ekonomi nasional jika dapat mengontrol pandemi COVID-19 dengan baik, percepatan akselerasi vaksinasi, dan penerapan protokol kesehatan.
“Sektor pariwisata diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Usaha untuk mencapai hal tersebut semakin mendekati kenyataan sebagaimana hasil kesuksesan pemerintah (Indonesia) dalam mengendalikan pandemi dan percepatan akselerasi vaksinasi,” ujarnya dalam webinar yang diadakan Kedutaan Besar Vietnam di Jakarta, Indonesia, secara virtual, Jakarta, Senin.
Seperti diketahui, kata dia, pihaknya telah berusaha menghadapi pandemi selama hampir bertahun-tahun yang menghantam keras industri pariwisata sehingga menciptakaan kondisi Volatility (bergejolak), Uncertainty (ketidakpastian), Complexity (kompleksitas), dan ambiguity (ambiguitas) atau disebut VUCA.
Hal ini mempengaruhi perubahan dalam ekosistem pariwisata, seperti mengubah aspek produk pariwisata, preferensi produk, dan label kebersihan.
“Ekonomi pariwisata yang baru akan memprioritaskan kebersihan, minim sentuhan (low touch), minim mobilitas (low mobility), dan minim keramaian (less crowd),” ucap Sandiaga.
Dia menekankan bahwa inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dijadikan sebagai langkah strategis untuk membangun sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai respon atas kondisi VUCA.
“Dengan spirit optimisme, saya berharap webinar ini dapat menghasilkan ide-ide baru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang kompetitif, superior, teknologi adaptif, semakin tangguh, dan semakin inklusif khususnya di sektor pariwisata untuk menciptakan kualitas lapangan pekerjaan yang lebih baik," katanya. (IMC02/Ant)
Ekonomi Muaro Jambi Melambat: Ketika Proyek Besar Usai, Mesin Pertumbuhan Kehilangan Tenaga
Skor Indeks Demokrasi Jambi Turun, Kesetaraan dan Kebebasan Disorot
Ekonomi RI Tumbuh 5,45 Persen, Airlangga Klaim Lampaui Negara G20
Dua Bulan Kabut Asap, Kerugian Ekonomi Bisa Tembus Rp30 Triliun
Sinergi PHR dan Aparat Penegak Hukum Ungkap DPP Ilegal Tapping Pertamina EP Jambi
Pemerintah Diminta Menyiapkan Peta Jalan Transisi Energi Batu Bara