Vaksinasi Mulai Menyasar Pelajar

Kamis, 02 September 2021 - 06:29:27 WIB

Kadis Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati. (ist)
Kadis Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Vaksinasi di Kota Jambi kini menyasar pelajar. Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi tengah gencar untuk mengejar target herd immunity di Kota Jambi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Ida Yuliati mengatakan, Puskesmas dan rumah sakit di Kota Jambi diminta untuk memprioritaskan vaksin bagi remaja 12-18 tahun. Apalagi, kemungkinan dalam waktu dekat sekolah tatap muka akan dibuka.

Menurut Ida, ada sebanyak 59 ribu remaja usia 12-18 tahun yang masuk daftar untuk divaksin. Vaksin yang tersedia saat ini ada tiga pilihan, di antaranya Sinovac, Moderna dan CoronaVac.

BACA JUGA : Tak Ada Lagi Zona Merah, Hanya Tersisa 6 Daerah Zona Oranye

"Khusus untuk Sinovac tersedia 10 ribu dosis, Moderna 920 vial untuk umum, dan 513 vial untuk tenaga kesehatan. Sementara CoronaVac tersedia 5.430 dosis," urainya.

Ida menjelaskan, vaksin Sinovac nilai efikasinya sekitar 63 persen. Sementara Moderna memiliki nilai efikasi sekitar 94 persen.

"CoronaVac itu kurang lebih sama dengan Sinovac," katanya.


Sementara itu, untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Moderna memiliki gejala yang lebih berat. Seperti pegal-pegal, demam hingga mencapai 39 derajat, dan rasa sakit di badan.

"Tapi itu tidak masalah, masyarakat bebas memilih mau vaksin yang mana. Untuk Sinovac memang gejalanya lebih ringan," jelasnya.

Untuk diketahui, Rabu (1/9/2021) kemarin, Puskesmas Paal Merah Dua melaksanakan vaksinasi pelajar SMA/sederajat yang dipusatkan di SMA/SMK Yadika Jambi, di Lorong Anggrek, Kelurahan Lingkar Selatan. Pemerintah menyediakan 200 dosis dalam vaksin tahap pertama tersebut.

"Total siswa di Yadika ini ada 800 orang, baik SMA/SMK. Tapi kemarin kita konfirmasi ke Puskesmas untuk tahap pertama ini diberikan dosis sebanyak 200 siswa, ke depan kita berharap ada tambahan," kata Kepala SMA Yadika Jambi, Nelson Siringo Ringo.

Dari total 200 tersebut, jumlah siswa yang masuk vaksin dosis pertama ini baru sebanyak 192 orang yang hadir. Sementara sisanya sekitar 8 orang siswa belum hadir ke sekolah hingga pukul 10.00 pagi.

"Dari hasil pendataan tadi memang sekitar 8 orang belum hadir, tapi nanti saya berharap agak siang mereka bisa hadir ke sekolah," tambahnya.

Dikatakan Nelson, pihak sekolah sudah lebih dulu berkirim surat persetujuan orangtua sebelum siswanya divaksin. Diakuinya, ada sebagian orang tua memang yang belum setuju anaknya untuk divaksin dan sebagian ada juga yang punya penyakit bawaan.

"Mudah-mudahan nanti ketika ada pencerahan dari wali kelas maupun kepala sekolah para orang tua siswa bersedia anaknya untuk dilakukan vaksin. Karena nanti untuk pembelajaran tatap muka itu, alangkah lebih baik para siswa dan guru itu sudah melakukan vaksin," ujarnya.

Kemudian Nelson menjelaskan, dari total angket yang disebarkan kepada orang tua, ada 12 orang tua siswa SMA Yadika yang tidak bersedia anaknya divaksin. Sementara itu ada sekitar 300 yang belum setuju.

"Ini beragam, ada yang belum sepemikiran mengenai vaksin ini, ada juga yang memang anaknya memiliki penyakit bawaan. Sekolah tidak pernah memaksa ataupun mengancam. Ini adalah salah satu cara pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," katanya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA