IMCNews.ID, Jambi - Pelaksanaan vaksinasi yang menimbulkan kerumunan massa menjadi sorotan publik. Yang baru saja terjadi dan mendapat banyak sorotan adalah vaksinasi dalam dua hari lalu di Jamtos dan Hotel Yello dalam kawasan komplek Transmart
Apalagi, kerumunan saat vaksinasi ini terjadi ketika Pemerintah Kota Jambi menerapkan pengetatan dan penyekatan PPKM Level IV di Kota Jambi sejak Senin (23/8/2021) lalu. Mobilitas warga dibatasi, sementara kerumunan terjadi saat vaksinasi.
Di Hotel Yello, kerumunan masyarakat tampak sejak pagi. Apalagi panitia mengiming-iningi voucher belanja senilai Rp100 ribu kepada 800 pendaftar pertama hingga memicu animo masyarakat.
BACA JUGA : Tanjab Timur Zona Merah, Hanya Kerinci dan Sarolangun Zona Kuning
Bahkan, dikabarkan sampai ada warga yang pingsan saat mengantre untuk mendapatkan vaksin. "Sudah dari pagi disini ternyata sudah ramai, ada yang pingsan juga tadi," ujar Suseno, salah satu warga yang ikut vaksin.

Suseno mengaku rela ikut antrean panjang yang memicu kerumunan, karena ini merupakan vaksinasi dosis pertama. Sementara Pemkot Jambi, di laman website yang disediakan tidak melayani vaksinasi dosis pertama.
"Saya sudah keliling mencari lokasi vaksinasi massal seperti ini. Semuanya ramai. Sehari sebelumnya, di Jamtos saya juga sudah datang. Namun tidak kebagian formulir. Makanya, hari ini saya ikut di sini (Hotel Yello),’’ jelasnya.
Dia menilai, harusnya pelaksana membatasi warga, sehingga tidak terjadi antrian panjang yang memicu kerumunan.
BACA JUGA : Susul Kota Jambi, Batanghari Lakukan Penyekatan Perketat PPKM Level IV
"Ini bertolak belakang dengan kebijakan pengetatan, jalan-jalan ditutup, tapi vaksin berkerumun," pungkasnya.
Warga lainnya, Anorel mengaku sudah sejak pagi datang untuk mengantre. "Tadi sudah ada empat yang pingsan, cewek semua," katanya.
Sorotan juga datang dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Jasrul. Seharusnya, kata dia, siapapun yang mengadakan kegiatan vaksinasi massal, harus menjaga protokol kesehatan seperti yang disyaratkan pemerintah. Sehingga tidak memicu kerumunan.
"Sekalipun ini vaksin, jangan sampai dengan vaksin justru malah menjadi media penyebar Covid-19," kata Jasrul.
Menurutnya, beberapa pekan terakhir kegiatan vaksinasi justru menyebabkan kerumunan dan tidak menjaga protokol kesehatan. Hal itu bertolak belakang dengan kebijakan pemerintah yang melarang kegiatan masyarakat. Tapi disisi lain terjadi kerumunan vaksinasi.
"Baik yang mengadakan swasta atau pemerintah seharusnya tetap menjaga prokes," tegasnya.
Sehari sebelumnya, kerumunan massa dalam jumlah besar juga terjadi di Mal Jambi Town Square (Jamtos), Selasa (24/8/2021) pagi hingga siang. Ratusan warga berebut vaksinasi yang digelar Polresta Jambi.
Vaksinasi di mal yang terletak di Jalan Kapten Badaruddin ini disambut sangat antusias oleh warga. Tidak sedikit warga yang datang dari luar kota rela antre berjam-jam.
Mereka umumnya rela berdesak-desakan untuk mendapatkan surat keterangan vaksin yang sangat diperlukan sejak pengetatan PPKM Level 4 di Kota Jambi.
Terlihat tidak ada jarak aman antar warga sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, yakni minimal 1,5 meter. Bangku-bangku disusun berdekatan. Sehingga warga yang antre duduk sangat dekat seolah tanpa jarak. Sejumlah petugas melayani warga yang antre, baik untuk mendaftar maupun untuk mendapat giliran divaksin.
Vaksinasi digelar sejak dua hari lalu. Wakapolresta Jambi AKBP Rully Andi mengatakan bahwa target vaksinasi di Jamtos adalah 1.000 dosis per hari.
“Hari pertama kemarin melebihi target kita, yakni 1.338 dosis. Untuk hari kedua, hingga siang tadi sudah 500 dosis. Kami berharap hari ini target juga tercapai,” katanya.
Rully membantah tingginya antusias warga mengikuti vaksinasi Covid-19 terkait pengetatan PPKM Level 4 di Kota Jambi. Menurut dia, masyarakat sudah sadar bahwa vaksinasi penting untuk kesehatan diri.
“Saat ini masyarakat sudah sangat antusias untuk melaksanakan vaksin karena vaksin sangat perlu untuk kesehatan mereka sendiri,” ujarnya. (*/IMC01)
PDAM Tirta Muaro Jambi Diadukan ke YLKI Terkait Layanan dan Kualitas Air
Indonesia Impor 150 Juta Barel Minyak Dari Rusia Bertahap Hingga Akhir 2026
Bulog Sebut Cadangan Beras Jambi Cukup Untuk Lima Bulan Lagi
Pengurus DPW dan DPD PSI se Provinsi Dilantik, Targetkan Jambi Jadi “Kandang” Gajah
Langgar Kode Etik Empat Anggota Polda Jambi Dipecat, Ini Daftar Namanya
Tanjab Timur Zona Merah, Hanya Kerinci dan Sarolangun Zona Kuning