Lapak Liar di Simpang Rimbo Rata dengan Tanah

Senin, 21 Juni 2021 - 06:51:24 WIB

Tim gabungan menertibkan lapak luar di Simpang Rimbo. (ist)
Tim gabungan menertibkan lapak luar di Simpang Rimbo. (ist)

IMCNews.ID, Jambi - Lapak liar yang berdiri di sepanjang jalan Pattimura, Simpang Rimbo tepatnya di RT 01, RT 43 dan RT 58 Kelurahan Kenali Besar ditertibkan oleh tim gabungan dari Pemkot Jambi dibantu masyarakat sekitar.

Penertiban dilakukan Jumat (18/6/2021) lalu. Kini lokasi yang ditertibkan tampak rata dengan tanah. Diduga, lapak-lapak yang ditertibkan itu memperjualbelikan minuman keras.

"Dasar hukum pembongkaran bangunan liar ini adalah Perda No. 47 tahun 2002 tentang Trantibum, Perda No.03 tahun 2015 tentang Bangunan dan Perda No. 12 tahun 2016 tentang PKL. Selama ini memang kita kurang nyaman saat masuk ke Kota Jambi, karena berjejer bangunan yang merusak estetika kota. Selain itu, pelaku dan konsumen selama ini tidak menerapkan prokes, banyak terjadinya praktik perjudian dan lokasi ini sering dijadikan tempat mabuk-mabukan," ujar Camat Alam Barajo, Iper Riansuni.

BACA JUGA : Harga CPO Jambi Merosot Tajam

Dia mengungkapkan, awalnya penertiban itu sempat mendapat penolakan dari pemilik lapak. Namun dengan pendekatan persuasif yang dilakukan pihak kelurahan Kenal Besar dan masyarakat lebih kurang 4 bulan lalu maka penertiban dilakukan.

"Kami telah melakukan langkah pembinaan sejak awal tahun lalu, yaitu berupa teguran lisan pada tanggal 22 Februari 2021, pemberian surat SP1 tanggal 1 Maret 2021, SP 2 tanggal 9 Maret 2021 dan SP 3 tanggal 23 Maret 2021. Pihak pemilik usaha memohon kelonggaran waktu pembongkaran setelah hari raya Idul Fitri. Alhamdulillah pada tanggal 18 Juni 2021 pembongkaran dan penutupan oleh pelaku usaha telah berjalan 80 persen," ujarnya.

Pembongkaran sisa bangunan sebagian dilakukan sendiri oleh pedagang hingga tenggat waktu 20 Juni kemarin. Menurut Iper, pedagang yang memang berusaha di lokasi tersebut, sebagian direlokasi ke Pasar Induk Talang Gulo Lingkar Selatan.

BACA JUGA : Dalam Dua Tahun, 496 PNS Pemkot Jambi Masuk Masa Pensiun

Hingga kemarin, pihak DLH Kota Jambi masih mengangkut sisa hasil pembongkaran, beberapa hari sebelumnya. Amir, salah satu warga setempat mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya pembongkaran ini.

Menurut dia, selama ini sepanjang jalan tersebut memang banyak terjadi praktik perjudian dan penjualan miras yang membuat gerah warga sekitar.

"Sudah lamo di kiri kanan jalan ni orang berjualan tuak. Warung-warung ni jugo dipake untuk bejudi. Syukurlah sekarang rudah rapi. Malu kalau orang masuk kota langsung nengok bangunan kumuh ni," ujarnya. (IMC01)



BERITA BERIKUTNYA