IMCNews.ID, Jakarta - Pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 17 akan ditutup pada malam ini dan dengan penutupan itu maka target penyerapan 2,7 juta penerima untuk semester I telah terpenuhi, menurut Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja.
"Gelombang 17 akan ditutup hari ini pukul 23.59 WIB. Durasi pembukaan gelombang 17 memang tidak lama karena kuota yang tersedia hanya 44 ribu," kata Head of Communication Manajemen Kartu Prakerja Louisa Tuhatu lewat pesan singkat dari Jakarta, Senin.
Menurut Louisa, pembukaan gelombang 17 tidak dilakukan dalam periode yang lama karena gelombang pendaftaran itu adalah tambahan yang dibuka untuk menyerap kepesertaan gelombang 12 sampai 16 yang dicabut.
Kepesertaan dari gelombang 12-16 itu dicabut karena masih banyak yang tidak membeli pelatihan dalam waktu 30 hari sejak ditetapkan sebagai penerima Kartu Prakerja.
Dengan penutupan gelombang 17 pada malam nanti, kata Louisa, maka target penyerapan peserta Kartu Prakerja untuk semester I pada 2021 yaitu 2,7 juta orang telah terpenuhi.
"Dengan penutupan gelombang 17 maka target penyerapan 2,7 juta penerima Kartu Prakerja di Semester 1 tahun 2021 dengan dana Rp10 triliun telah terpenuhi," ujarnya.
Kartu Prakerja sendiri adalah program yang dicanangkan untuk peningkatan kemampuan. Namun, pemerintah melakukan modifikasi selama masa pandemi COVID-19 untuk menjadi bantuan bagi pekerja korban pemutusan hubungan kerja (PHK).
Total bantuan yang akan diterima oleh peserta adalah Rp3,55 juta dengan rincian Rp600 ribu insentif setelah pelatihan selama empat bulan atau total Rp2,4 juta, bantuan biaya pelatihan Rp1.000.000 dan insentif survei kebekerjaan Rp150.000. (IMC02/Ant)
Kepercayaan Pasar, Variabel Tak Kasat Mata yang Menentukan Arah Rupiah dan IHSG
Sambut Jamaah Haji Kloter 13, Gubernur Al Haris Minta Maaf atas Kekurangan Layanan
Batik Air Terbang Perdana Jakarta-Bungo, Gubernur: Pemicu Pemerataan Pembangunan
Apresiasi Peran Polantas, Jurnalis di Jambi Berbagi Tali Asih
Gubernur Al Haris Hadiri Pengajian Umum dan Berikan Dukungan Pembangunan Pesantren
Menkes: Presiden Jokowi Ingin Sekolah Tatap Muka Maksimal 25 Persen