IMCNews.ID, Jakarta - Harga batu bara menembus angka 154 dolar AS per ton untuk kalori 633.
"Sekarang harga batu bara kita mulai naik dan sekarang hari ini mencapai 154 dolar per ton untuk kalori 633, dan harapan kita memang adalah harganya bagus, produksinya kita naikkan," kata Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengatakan pemerintah akan tetap menerapkan relaksasi produksi secara terbatas guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
“Sekarang kita tetap akan melakukan relaksasi terbatas untuk menjaga 'supply and demand', tapi kita juga ingin untuk dalam waktu dekat, kita ingin sekali untuk bagaimana devisa kita bisa masuk," ucapnya.
Selain sektor batu bara, Bahlil menyampaikan perkembangan hilirisasi nikel yang menurut dia berjalan baik.
Presiden Prabowo sebelumnya meresmikan sejumlah pabrik di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Dalam waktu dekat juga akan dilakukan peresmian pabrik dalam ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat.
"Sebentar lagi kita akan melakukan peresmian pabrik ekosistem baterai mobil di Karawang, yang satu tahun lalu Bapak Presiden melakukan 'groundbreaking', itu adalah kerja sama antara CATL (Contemporary Amperex Technology Co Limited) dan BUMN kita" ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyampaikan pemerintah terus menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah dinamika harga minyak dunia yang terus meningkat.
Dia menjelaskan bahwa harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) per hari ini berada di kisaran 105-106 dolar AS per barel.
Sementara itu, Bahlil menyebut bahwa rata-rata ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat berada di kisaran 91-92 dolar AS per barel.
Terkait ketersediaan BBM, Bahlil menyebut cadangan nasional Pertalite dengan RON 90 berada pada kisaran 16-18 hari.
Sementara itu, cadangan BBM jenis lainnya, termasuk Pertamax dengan RON 92, RON 95, RON 98, serta Solar, berada di atas 20 hari.
Dia juga menyampaikan pemerintah telah melakukan langkah-langkah untuk memperkuat pasokan BBM di Bali dengan meningkatkan cadangan BBM di Bali menjadi 11-12 hari dan menargetkan peningkatan hingga 15 hari dalam satu minggu ke depan.
"Masalahnya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai, tapi sekarang sudah bisa terurai yang dibantu oleh Forkopimda dan Gubernur dan Kapolda dan TNI, dan sudah benar-benar Pertamina melakukan ini, itu dari sisi BBM," tuturnya. (*)
Sumber: antaranews.com
Sebut Dakwaan Jaksa Soal Pemerasan Rp55 Miliar Kabur, Febrie Minta Dibebaskan
DPRD Desak Pemprov Jambi Siapkan Usulan Pengelolaan Mangrove dan Gambut Terpadu
Gubernur Tekankan Hut Ke-27 Sarolangun Harus Jadi Momen Evaluasi
Poltracking Ungkap Rapor Kinerja Prabowo-Gibran di 7 Bidang, Ekonomi Paling Terpuruk