Pertamina EP Jambi Hadirkan Lensa untuk Masa Depan Siswa

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:13:34 WIB

IMCNews.ID, Jambi — Masa depan siswa bergantung pada pembelajaran yang ditempuhnya di masa kini. Namun apabila dalam belajar belum maksimal karena adanya gangguan penglihatan, maka akan mengancam masa depan mereka. Gangguan penglihatan pada anak ternyata cukup banyak ditemukan di lingkungan sekolah.

Hal itu terungkap dalam pelaksanaan program SHU Eco-vation Day: Lensa Energi yang digelar Pertamina EP Jambi di SD YKP Pertamina Jambi, Kamis (21/8/2026).

Dari total 84 siswa kelas V dan VI SD YKP Pertamina Jambi yang mengikuti pemeriksaan mata, 51 siswa memerlukan  kacamata berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Sementara 33 siswa lainnya dinyatakan normal dan tidak memerlukan koreksi penglihatan berupa kacamata.

Temuan tersebut menjadi gambaran penting bahwa gangguan penglihatan pada anak dapat terjadi tanpa selalu disadari oleh siswa maupun orang tua.

Kondisi ini berpotensi memengaruhi kemampuan anak dalam membaca, menulis, melihat materi pembelajaran dari jarak jauh hingga berkonsentrasi selama proses belajar.

Dalam kegiatan tersebut, pemeriksaan dilakukan terhadap 50 siswa kelas V dan 34 siswa kelas VI.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebanyak 20 siswa kelas V dan 13 siswa kelas VI berada dalam kondisi normal, sedangkan 30 siswa kelas V dan 21 siswa kelas VI memerlukan kacamata sesuai hasil pemeriksaan.

Program SHU Eco-vation Day: Lensa Energi merupakan inisiatif Pertamina Hulu Energi (PHE) Subholding Upstream untuk meningkatkan akses layanan kesehatan mata bagi anak-anak di wilayah operasi.

Program tersebut secara keseluruhan menargetkan sekitar 2.250 siswa kelas V dan VI SD di wilayah operasi PHE Subholding Upstream yang tersebar pada Regional 1 hingga Regional 4 dan PT Badak NGL.

Kurniawan Triyo Widodo, Field Manager Pertamina EP Jambi mengatakan program ini bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat langsung ke masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya dalam mendukung kesehatan dan kualitas pendidikan anak.

“Pemeriksaan mata ini menjadi langkah penting karena gangguan penglihatan pada anak sering kali tidak disadari. Ketika anak kesulitan melihat tulisan di papan atau membaca buku, hal tersebut bisa dianggap sebagai persoalan belajar, padahal salah satu penyebabnya dapat berasal dari gangguan penglihatan,” ujar Triyo.

Menurutnya, pemberian kacamata bukan sekadar bantuan alat bantu penglihatan, melainkan bentuk intervensi yang diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan kebutuhan masing-masing siswa.

“Kami berharap melalui deteksi dini dan pemberian kacamata sesuai indikasi medis, anak-anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih optimal. Ini merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah,” katanya.

Kepala Sekolah SD YKP Pertamina Jambi, Abdurrahman mengapresiasi langkah Pertamina menghadirkan program Lensa Energi bagi para siswa. Ia berharap kegiatan ini bermanfaat, khususnya mengetahui kondisi penglihatan dan mendukung proses pembelajaran di sekolah. “Mudah-mudahan dengan penglihatan yang baik, anak-anak bisa lebih nyaman dan lebih efektif dalam mengikuti pembelajaran,” ujarnya.

Program Lensa Energi dilaksanakan dengan pendekatan berbasis pemeriksaan medis. Siswa yang memenuhi indikasi gangguan refraksi berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan mendapatkan resep dan difasilitasi kacamata sesuai kebutuhan penglihatannya. Sementara siswa dengan hasil pemeriksaan normal tetap tercatat sebagai bagian dari pemantauan kesehatan mata.

Pendekatan tersebut membuat program tidak berhenti pada pembagian kacamata, tetapi dimulai dari deteksi dini, pemeriksaan oleh tenaga kompeten, penetapan kebutuhan berdasarkan resep, hingga penyediaan alat bantu penglihatan.

Secara lebih luas, program ini sejalan dengan kontribusi perusahaan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

Bagi siswa Sekolah Dasar, kemampuan melihat secara optimal memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar. Karena itu, intervensi kesehatan mata sejak dini diharapkan dapat mengurangi hambatan visual yang selama ini mungkin tidak teridentifikasi.

Hasil pemeriksaan di SD YKP Pertamina Jambi juga menunjukkan pentingnya deteksi dini. Dari 84 siswa yang diperiksa, 51 siswa atau lebih dari separuh peserta memerlukan kacamata sesuai hasil pemeriksaan.

Melalui Lensa Energi, Pertamina EP Jambi berharap semakin banyak anak di sekitar wilayah operasi yang memperoleh akses terhadap pemeriksaan kesehatan mata sekaligus dukungan yang dibutuhkan agar dapat belajar dan berkembang secara lebih optimal. (*)



BERITA BERIKUTNYA