IMCNews.ID, Jambi - Kebarakan hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda beberapa daerah di Provinsi Jambi menyebabkan kualitas udara kian memburuk.
Menyikapi hal ini, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Jambi berkalaborasi dengan Adya Group menggelar aksi sosial bertajuk "Udara Berasap, Kesehatan Tetap Utama" dengan membagikan ribuan masker secara gratis, Sabtu (15/08/2026).
Aksi tanggap bencana ini dipusatkan di beberapa titik persimpangan padat lalu lintas aktivitas masyarakat dan area publik di Kota Jambi.
Sejumlah jurnalis dari berbagai media televisi bersama perwakilan manajemen Adya Group turun langsung ke jalan untuk membagikan masker kepada para pengguna jalan.
Ketua IJTI Pengda Jambi, Adrianus Susandra menjelaskan, dengan kolaborasi positif bersama Adya Group tersebut, jurnalis tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi melalui pemberitaan, tetapi juga harus mengambil aksi nyata di lapangan dan peduli terhadap.
"Selain memberikan edukasi dan berita terkini terkait penanganan karhutla, kami di IJTI juga merasa bertanggung jawab untuk melakukan aksi preventif. Pembagian ribuan masker ini adalah bentuk kepedulian langsung media dan mitra kerja terhadap masyarakat," ungkapnya di sela-sela pembagian masker secara gratis.
Sementara itu, Ceo Adya Group, Ade Erlanda menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian perusahaan (Corporate Social Responsibility) terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat di Jambi.
"Kabut asap bukan hanya berdampak pada jarak pandang, tetapi juga mengintai kesehatan pernapasan warga. Melalui sinergi dengan kawan-kawan IJTI Jambi, kami ingin memastikan masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar rumah. Ini adalah langkah awal dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat," ujar Ade.
Selain membagikan masker, tim gabungan Adya Group dan IJTI Jambi juga mengajak warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi indeks standar pencemar udara (ISPU) meningkat dan tidak baik untuk kesehatan.
Inisiatif sosial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga dan pengguna jalan merasa terbantu dengan adanya pembagian masker gratis di tengah kekhawatiran meningkatnya ketebalan kabut asap.
Kualitas udara di wilayah Jambi saat ini mengalami penurunan akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan indeks AQI/ ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara) Kota Jambi masuk kategori sedang hingga tidak sehat.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan sebagian besar merupakan asap kiriman dari titik panas (hotspot) karhutla di beberapa kabupaten di provinsi jambi (seperti Muaro Jambi, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat) yang terbawa angin. (*)
Diduga Jaringan “Cuci” Batu Bara Miliaran Beroperasi di Wilayah PKP2B PT SSKB
Kualitas Udara Memburuk, IJTI Jambi dan Adya Group Bagikan Masker Gratis
Festival Batanghari 2026 Kembali Masuk KEN, Angkat Sejarah Jalur Rempah Sungai Batanghari
Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Penerapan Standar Keamanan Pangan
Ada Apa di TUKS-TUKS Talang Duku? 70 Persen Batu Bara Jambi ke PLN Diduga Lewat Sini
Karhutla Kembali Terjadi di Kumpeh, Upaya Pemadaman Terus Dilakukan