IMCNews.ID, Jambi - Proyek pembangunan jaringan gas (jargas) di Kota Jambi menuai sorotan setelah sejumlah perumahan elit dapat jatah menjadi sasaran program ini.
Salah satu perumahan yang disorot dan menjadi sasaran program pembangunan jargas ini adalah perumahan Istana Tamarona (dulu Perumahan Adipura Indah, red).
Padahal, proyek ini dinilai mestinya menyasar keluarga menengah ke bawah yang dinilai lebih membutuhkan.
“Ini kok perumahan elit bisa jadi sasaran program jargas ini. Padahal banyak masyarakat yang lebih membutuhkan,” ujar salah satu tokoh masyarakat Kota Jambi yang enggan disebut namanya.
Dia menyoroti pelaksana yang dinilai asal menjalankan program saja tanpa mendata secara jelas masyarakat yang menjadi sasaran.
“Pemerintah harus by data lah, jangan sampai salah sasaran. Perumahan elit kok malah dapat. Padahal masih banyak daerah lain yang lebih membutuhkan untuk diutamakan,” cetusnya.
Dia mengungkap, beberapa perumahan elit yang ada di daerah Kotabaru, Simpang Rimbo dan beberapa lokasi lain menjadi daerah sasaran proyek ini.
Padahal mestinya dia menilai perumahan elit yang merupakan perumahan nonsubsidi bukan menjadi daerah sasaran utama program ini.
“Ini kan program harusnya menyasar rumah tangga kelas menengah ke bawah bukan untuk warga perumahan elit. Kalaupun mau menyambung jargas harusnya nanti setelah selesai menyambung secara mandiri bukan lewat program pemerintah ini yang gratis,” tegasnya.
Dia berharap ke depan program ini berjalan sesuai dengan peruntukannya. “Harus disurvei benar-benar penerima manfaatnya jangan asal bangun jaringan,” tukasnya. (*)
Ada Apa di TUKS-TUKS Talang Duku? 70 Persen Batu Bara Jambi ke PLN Diduga Lewat Sini
60, 3 Ribu Hektare Lahan Rusak Akibat PETI, Ivan Wirata: Alarm Darurat Bagi Jambi
Karhutla Kembali Terjadi di Kumpeh, Upaya Pemadaman Terus Dilakukan
Karhutla di Sungai Gelam Kian Meluas, 170 Hektare Lahan Terbakar
FGD Pencegahan Radikalisme dan Intoleransi, FKPT Tekankan Pentingnya Kolaborasi
Karhutla di Jambi, Perhutanan Sosial dan Tata Kelola Hidrologi Gambut Berbasis KHG Harus Dievaluasi