Seleksi Ketat Atlet PON Bela Diri, KONI Jambi Optimistis Raih Medali

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:54:23 WIB

IMCNews.ID, Jambi – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi kembali menggelar seleksi tahap III bagi atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Sulawesi Utara, Jumat (24/7/2026).

Seleksi yang berlangsung ketat ini menjadi bagian dari upaya KONI Jambi memastikan hanya atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen daerah.

Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Sanusi, mengatakan proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk menjaring atlet yang benar-benar siap bertanding.

Pada seleksi tahap pertama tercatat sekitar 200 hingga 250 atlet mengikuti penjaringan.

Jumlah tersebut kemudian menyusut menjadi sekitar 125 atlet pada tahap kedua, dan kini tersisa 41 atlet yang mengikuti seleksi tahap ketiga.

"Kami ingin memastikan atlet yang berangkat ke PON Bela Diri adalah mereka yang benar-benar lolos seleksi dan siap bertanding. Tidak ada lagi atlet yang tidak mengikuti proses seleksi tetapi tetap diberangkatkan," tegas Sanusi.

Ia menjelaskan, enam cabang olahraga akan mewakili Provinsi Jambi pada ajang PON Bela Diri.

Berkaca dari capaian PON Bela Diri di Kudus tahun 2025 yang menghasilkan satu medali emas, delapan perak, dan sepuluh perunggu, KONI Jambi kini meningkatkan standar kelulusan seleksi dari 60 persen menjadi 70 persen.

"Kami berharap melalui seleksi yang lebih ketat ini, minimal setiap cabang olahraga mampu mempersembahkan satu medali perak. Bahkan ada cabang olahraga yang berpeluang menyumbangkan medali emas bagi Provinsi Jambi," ujarnya.

Setelah seleksi tahap III selesai, atlet yang dinyatakan lolos akan mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda) di bawah pembinaan KONI Provinsi Jambi.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Prof. Sukendro, menjelaskan bahwa seleksi tahap III difokuskan pada pengujian kondisi fisik atlet.

Sebanyak 41 atlet menjalani delapan item tes fisik, yakni multi-stage fitness test, standing broad jump, sprint, push-up, sit-up, sit and reach, serta medicine ball throw.

Menurut Prof. Sukendro, masih ada satu tahapan seleksi terakhir yang akan dilaksanakan, meliputi tes fisik lanjutan, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, serta tes psikologi.

"Pada tahap IV nanti atlet akan menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap, mulai dari EKG hingga pemeriksaan kepala. Karena ini olahraga bela diri, kami tidak ingin mengambil risiko mengirim atlet yang belum memenuhi standar kesehatan maupun kondisi fisik," jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan standar kemampuan fisik menjadi 70 persen bertujuan agar atlet tidak hanya siap bertanding, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk meraih prestasi.

"Kalau kemampuan fisik masih 60 persen, kategorinya baru sedang. Di angka 70 persen atlet sudah siap bertanding, sedangkan 80 hingga 90 persen berarti sudah siap untuk menang," katanya.

Prof Sukendro juga mengungkapkan hasil evaluasi sementara menunjukkan sebagian atlet mengalami penurunan kondisi fisik usai masa Ramadan dan Idulfitri.

Namun, terdapat pula cabang olahraga yang justru menunjukkan peningkatan performa karena tetap menjalankan program latihan secara konsisten.

"Dari hasil tes ini terlihat cabang olahraga mana yang benar-benar disiplin menjalankan latihan. Secara umum, kesiapan atlet Jambi terus meningkat dan kami optimistis mampu membentuk tim yang berkualitas untuk menghadapi PON Bela Diri di Sulawesi Utara," pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA