Konsultasi ke PT PPI, Komisi II Dorong Jambi Menjadi Pusat Hilirisasi dan Gerbang Ekspor Sumatera

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:12:51 WIB

IMCNews.ID, Jakarta — Komisi II DPRD Provinsi Jambi melakukan konsultasi ke PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) di Jakarta.

Kunjungan ini dalam rangka memperkuat strategi pengembangan ekspor, hilirisasi industri, dan optimalisasi tata niaga komoditas unggulan Provinsi Jambi.

Kunjungan melibatkan pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Provinsi Jambi, termasuk Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT.

Pertemuan ini membawa sejumlah rekomendasi strategis untuk mempercepat transformasi ekonomi Jambi melalui investasi, hilirisasi, serta perluasan akses pasar internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Komisi II menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi salah satu langkah strategis yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh Pemerintah Daerah Provinsi Jambi.

Sehingga diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih konkret dengan PT PPI sebagai satu-satunya BUMN trading house nasional.

Menurut Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, Jambi memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, namun hingga kini sebagian besar masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Kondisi itu membuat nilai tambah ekonomi belum dinikmati secara optimal oleh masyarakat daerah.

“Provinsi Jambi memiliki sawit, karet, kopi Arabika Kerinci, kayu manis, pinang, kelapa, perikanan, hingga batubara yang memiliki daya saing global. Tantangan kita sekarang adalah bagaimana komoditas tersebut tidak lagi dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah di Jambi sehingga menghasilkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan PAD, dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Ivan Wirata.

Dalam dialog bersama jajaran PT PPI, Komisi II menyampaikan sejumlah isu strategis, antara lain penguatan hilirisasi industri, pengembangan kawasan industri berbasis komoditas unggulan dan peningkatan standar ekspor.

Selain itu sertifikasi internasional, digitalisasi perdagangan, hingga peluang PT PPI menjadi off-taker bagi produk-produk unggulan Jambi.

Komisi II juga mendorong agar Pelabuhan Muara Sabak dapat dikembangkan sebagai gerbang ekspor langsung Sumatera bagian tengah sehingga biaya logistik dapat ditekan dan ketergantungan terhadap pelabuhan di luar Provinsi Jambi dapat dikurangi.

Selain itu, DPRD mengusulkan pembentukan Jambi Export Center sebagai pusat promosi, inkubasi, business matching, dan fasilitasi ekspor yang terintegrasi dengan PT PPI, BUMD, koperasi, UMKM, serta dunia usaha.

PT PPI menyampaikan apresiasi atas inisiatif DPRD Provinsi Jambi yang secara proaktif datang untuk membangun komunikasi dan sinergi.

Sebagai anggota Holding Pangan ID FOOD, PT PPI memiliki peran sebagai export gateway, agregator, off-taker, serta fasilitator perdagangan nasional yang dapat menjadi mitra strategis bagi pengembangan komoditas unggulan daerah.

Hasil konsultasi ini menghasilkan beberapa arah tindak lanjut strategis, antara lain penyusunan skema kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan PT PPI.

Lalu, penguatan hilirisasi komoditas unggulan serta pengembangan trading hub dan pusat logistik.

Kemudian fasilitasi business matching dengan pasar internasional dan peningkatan kapasitas UMKM dan koperasi agar mampu memenuhi standar ekspor global.

Komisi II DPRD Provinsi Jambi berharap hasil konsultasi ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem perdagangan yang lebih modern dan kompetitif.

Sehingga nantinya Jambi mampu bertransformasi dari daerah penghasil bahan baku menjadi pusat hilirisasi, perdagangan, dan ekspor komoditas unggulan di Sumatera.

“Kami ingin Jambi tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas, tetapi menjadi pusat nilai tambah, pusat investasi, dan gerbang ekspor yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Ivan. (*)



BERITA BERIKUTNYA