Operasi Ketupat 2026 Berakhir, Terjadi 155 Kasus Kejahatan Hingga Bencana

Kamis, 26 Maret 2026 - 19:52:15 WIB

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji.
Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji.

IMCNews.ID, Jambi- Pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat 2026 oleh Polda Jambi resmi berakhir pada 25 Maret 2026 setelah dimulai sejak 13 Maret lalu. Selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, terjadi peningkatan gangguan.

Dalam operasi ini, sebanyak 170 personel gabungan dilibatkan dengan fokus utama pada pengamanan arus mudik, arus balik, serta aktivitas masyarakat selama bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 1447 H/2026.

Selama operasi ini, tercatat terjadi sebanyak 155 kasus gangguan Kamtibmas, dengan rincian 151 kasus kejahatan, 1 kasus bencana, serta 3 gangguan lainnya.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan, jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah tindak kejahatan mengalami kenaikan sebanyak 20 kasus.

"Peningkatan ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan, mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama momentum Lebaran," katanya.

Ia menambahkan, selama pelaksanaan operasi terdapat satu kasus menonjol, yang menunjukkan kondisi sosial masyarakat relatif stabil dan terkendali.

Di sektor lalu lintas, terjadi penurunan signifikan pada jumlah pelanggaran. Pada tahun 2026 tercatat 78 teguran dan 63 tilang melalui ETLE, dengan total 141 pelanggaran.

Angka ini menurun drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.588 pelanggaran, atau turun sebanyak 1.447 kasus.

"Penurunan ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta efektivitas pengawasan petugas di lapangan," jelasnya.

Meski angka pelanggaran menurun, jumlah kecelakaan lalu lintas justru mengalami peningkatan.

Tercatat 38 kejadian kecelakaan, naik 18 kejadian dari tahun 2025. Namun, korban meninggal dunia menurun menjadi 2 orang dari sebelumnya 10 orang.

Selain itu, tercatat 6 korban luka berat dan 56 luka ringan, dengan total kerugian materil pada tahun 2026 mencapai Rp133,6 juta turun dari tahun 2025.

Menurutnya, peningkatan itu dipengaruhi oleh tingginya mobilitas masyarakat, khususnya penggunaan kendaraan pribadi yang mendominasi arus mudik dan balik lebaran 2026.

Secara nasional, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 mencapai 143,92 juta orang, yang berdampak pada meningkatnya kepadatan lalu lintas serta potensi gangguan Kamtibmas, seperti pencurian rumah kosong, penipuan, hingga penyalahgunaan narkoba.

Dalam evaluasi akhir, Polda Jambi menekankan pentingnya langkah lanjutan pasca operasi, antara lain pemetaan daerah rawan kriminalitas dan terorisme, peningkatan patroli serta deteksi dini, sosialisasi kepada masyarakat, pelibatan aktif Bhabinkamtibmas di tingkat desa dan kelurahan, serta penguatan koordinasi lintas instansi.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, khususnya dalam menjaga keamanan rumah saat ditinggal serta meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas.
Menurutnya, secara keseluruhan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Polda Jambi berjalan sukses, aman, dan terkendali.

"Ke depan, sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat diharapkan terus terjaga sebagai kunci utama dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan nyaman, tidak hanya saat momentum Lebaran, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari," pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA