IMCNews.ID, Jambi - Bencana hidrometeorologi kian mengancam wilayah Kerinci mengingat kian merajalelanya aktivitas perambahan hutan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
"Kita lihat di gambar tiga dimensi yang kita olah, pinggiran taman nasional sudah banyak berubah menjadi lahan masyarakat," kata Manajer Program Komunikasi dan Informasi KKI Warsi, Rudi Syaf.
Perambahan di kawasan taman nasional itu menyebabkan tutupan hutan terus berkurang.
Sebaran pembukaan lahan secara masif terlihat jelas dalam tangkapan gambar yang didata dan diolah oleh KKI Warsi.
Mulai dari punggungan Gunung Kerinci yang terhubung di bukit barisan bagian selatan, wilayah Solok Selatan (Sumbar) hingga ke sisi bagian yang menghubungkan bagian Bengkulu.
Berdasarkan data, ratusan anak sungai dari kawasan perbukitan di kawasan TNKS, umumnya mengalir di lembahan Kerinci yang menjadi pusat populasi penduduk hingga ke Danau Kerinci.
"Jadi wajar, ketika hujan terjadi sebagian wilayah ada yang terendam banjir. Itu akibat pembukaan lahan yang seharusnya kawasan hutan banyak diganti menjadi lahan perkebunan," katanya.
Lebih lanjut, Rudi menyampaikan ada temuan kasus perambahan kawasan hutan menjadi pemukiman penduduk di batas wilayah Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Bungo di kawasan TNKS.
Jika hal itu dibiarkan tanpa penanganan serius, bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor menjadi ancaman serius bagi masyarakat sekitar.
Di tambah lagi aksi pembukaan lahan untuk kegiatan pertambangan emas tanpa izin (PETI) yang di duga semakin masif di dalam TNKS.
"Di sini terlihat jelas, bukit yang harusnya menjadi benteng terakhir penahan, mengalami alih fungsi," ujarnya. (*)
Tujuh Pelaku PETI Tertangkap Sedang Garap Lahan dengan Alat Berat di Merangin, Pemodal Jadi DPO
Pimpin Apel di Kantor Camat Danau Sipin, Kemas Faried Tegaskan Pentingnya Kolaborasi
Soal Hasto Jadi PAW Pangeran, Ketua DPRD Kota Jambi Tegaskan Belum Ada Rekomendasi
Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Tinjau Pelebaran Drainase di Solok Sipin
Wakil Gubernur Jambi Hadiri Upacara HUT Satpol PP, Damkar dan Satlinmas di Palembang
Semprot Tiga OPD dengan Capaian PAD Terendah, Syukur: Jika Tak Mampu, Mundur!