IMCNews.ID, Jambi - Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly berharap panitia khusus (pansus) yang dibentuk untuk membahas soal zona merah Pertamina bekerja maksimal.
Sehingga nantinya, kerja dari pansus ini dapat menghasilkan rekomendasi bahkan ke tingkat pusat.
"Dalam posisi sampai ketingkatan pusat ini bisa mendapatkan rekomendasi dari bapak Presiden, harapan kami tentunya sebagai wakil rakyat ada semacam kebijakan yang pro rakyat," katanya, Rabu (7/1/2026) lalu.
Saat ini, permasalahan zona merah belum menemui titik terang. Ada 5.506 unit rumah warga tercatat masuk dalam wilayah yang diklaim sebagai kawasan milik Pertamina.
Menurut Faried, pembentukan pansus ini untuk mempercepat penanganan polemik zona merah yang berdampak langsung pada masyarakat.
"Kita sudah mengundang warga mendapatkan informasi seutuhnya dari 7 kelurahan yang terdampak," ujarnya.
Menurut Kemas Faried, tahap awal kerja pansus akan difokuskan pada validasi data terhadap 5.506 permukiman yang masuk dalam zona merah. Langkah tersebut dilakukan karena status kepemilikan lahan warga tidak seragam.
"Soalnya ada yang SHM (Surat Hak Milik), ada yang masih suporadik. Harapan kami dalam waktunya 6 bulan pansus berkerja kita sudah mendapatkan narasi-narasi, rekomendasi untuk disinergikan ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.
Selain melakukan pendalaman data, pansus DPRD Kota Jambi juga berencana memanggil sejumlah pihak yang dinilai memiliki keterkaitan dengan persoalan ini, termasuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) serta pihak pengembang perumahan.
"Nanti kita panggil lagi ATR/BPN nya, kemudian pihak-pihak yang berkaitan misalnya developer," pungkasnya. (*)
Kabut Asap Kian Pekat, PT SAS Bagikan 10.000 Masker untuk Warga Jambi
Jambi Dapat Bantuan Pembangunan 500 Titik Sumur Bor Tangani Karhutla
Gubernur Turun ke Sarolangun Tangani Karhutla, Minta Waterbombing untuk Pendinginan
Cuaca Kian Memburuk Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD/TK hingga Kelas 2 SD Diliburkan
Bukan Cuma Pemadaman, Tata Air Gambut Harus Jadi Pertahanan Pertama Hadapi Karhutla
Gubernur Hadiri Tasyakuran Keberhasilan Swasembada Pangan Oleh Presiden Secara Virtual