Aktivitas Meningkat Gunung Kerinci Wadpada, Jalur Pendakian Ditutup

Rabu, 07 Januari 2026 - 09:39:08 WIB

Gunung Kerinci.
Gunung Kerinci.

IMCNews.ID, Kerinci - Gunung Kerinci makin aktif. Kegempaan vulkanik meningkat. Akibatnya, jalur pendakian terpaksa ditutup.

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) menetapkan penutupan total aktivitas wisata dan pendakian Gunung Kerinci mulai Selasa, 6 Januari 2026 kemarin.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah mitigasi risiko menyusul penetapan status Level II (Waspada) oleh Badan Geologi.

Penutupan tersebut tertuang dalam Surat Pengumuman BBTNKS Nomor PG.01/T.1/BTK/KSA.04.01/B/10/2026 tertanggal 6 Januari 2026.

Dalam laporan tersebut, tercatat peningkatan signifikan gempa vulkanik dalam dan dangkal yang mengindikasikan menguatnya dinamika magma di dapur dangkal Gunung Kerinci.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Kerinci BBTNKS, David, menegaskan penutupan dilakukan demi keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.

“Gunung Kerinci berada pada status Level II atau Waspada. Sesuai rekomendasi, tidak diperkenankan adanya aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif,” ujarnya.

Potensi bahaya yang diantisipasi meliputi paparan gas vulkanik berkonsentrasi tinggi, lontaran material batuan, serta kemungkinan erupsi freatik yang dapat terjadi tanpa didahului tanda visual mencolok.

Selain faktor vulkanik, BBTNKS juga mempertimbangkan aspek lingkungan pascalibur Natal dan Tahun Baru.

Pemantauan lapangan menunjukkan peningkatan volume sampah di sepanjang jalur pendakian R10 Kersik Tuo, Kabupaten Kerinci, yang berpotensi mengganggu kelestarian kawasan konservasi.

Penutupan diberlakukan untuk seluruh jalur pendakian dan aktivitas wisata, termasuk Jalur R10 Kersik Tuo (Kabupaten Kerinci) serta Camping Ground Bukit Bontak (Kabupaten Solok Selatan), hingga adanya pemberitahuan resmi lebih lanjut.

Sebelumnya, data MAGMA-VAR Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat lonjakan aktivitas seismik signifikan pada 4 Januari 2026 dengan 143 gempa vulkanik dangkal dalam satu hari pengamatan.

Selain itu, terekam pula gempa hembusan, frekuensi rendah, hybrid, vulkanik dalam, serta gempa tektonik lokal dan jauh. Satu kejadian gempa terasa dengan intensitas II MMI turut tercatat.

Secara visual, aktivitas degassing masih berlangsung, ditandai keluarnya asap kawah putih tipis setinggi sekitar 100 meter dari puncak kawah. Kondisi ini memperkuat indikasi aktivitas magma yang masih aktif di bawah permukaan.

PVMBG menegaskan larangan beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif, termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III, serta menangguhkan sementara seluruh aktivitas pendakian ke puncak Gunung Kerinci.

BBTNKS dan PVMBG mengimbau masyarakat, pendaki, serta pelaku usaha wisata untuk mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan dan terus memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Kerinci. (*)



BERITA BERIKUTNYA