Saat Libur Nataru, 2.195 Pendaki Jajal Gunung Kerinci dan Gunung Danau Tujuh

Senin, 05 Januari 2026 - 15:12:42 WIB

Jalur pendakian gunung Kerinci. Saat nataru, gunung tertinggi di Sumatera itu dipadati ribuan pendaki.
Jalur pendakian gunung Kerinci. Saat nataru, gunung tertinggi di Sumatera itu dipadati ribuan pendaki.

IMCNews.ID, Kerinci - Wisata Kerinci masih menjadi primadona di Provinsi Jambi. Buktinya, ribuan pendaki tercatat datang untuk menjajal Gunung tertinggi di pulau Sumatera tersebut.

Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) mencatat 2.195 pendaki menjajal Gunung Kerinci dan Gunung Danau Tujuh di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.

"Dari 21 Desember 2025 sampai dengan 2 Januari 2026, jumlah kunjungan Gunung Kerinci 934 orang Danau Gunung Tujuh sebanyak 1.261 orang," kata Kasi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS David.

Dia mengatakan jumlah itu membuktikan gunung Kerinci dan Danau Gunung Tujuh masih jadi tujuan bagi pecinta alam.

Para pendaki datang bukan cuma yang berasal dari wilayah Jambi namun juga luar daerah bahkan mancanegara.

Ia mengatakan selama periode itu, terjadi empat insiden yang menimpa para pendaki. Mereka berhasil dilakukan evakuasi akibat mengalami masalah kaki (terkilir), letih, dan gejala kedinginan (hipotermia).

"Selama periode ini telah dilakukan juga evakuasi pengunjung yang keseleo atau kelelahan dan gejala kedinginan. Dua kasus di Gunung Kerinci dan dua kasus di Gunung Tujuh," ungkapnya.

Sebelum proses pendakian, ia memastikan petugas memberikan arahan kepada para pengunjung untuk tetap mematuhi prosedur yang berlaku.

Mereka, katanya, harus tetap menjaga kesehatan, waspada, tertib dan menjaga keselamatan pribadi serta pengunjung lainnya, menjaga kebersihan jalur wisata, termasuk mewajibkan pengunjung membawa lagi semua limbah (sampah) demi menjaga kelestarian alam.

"Kami juga tetap menyarankan dan merekomendasikan ke setiap pengunjung untuk tidak mendekati kawah Gunung Kerinci sampai radius tiga kilometer," katanya.

David memastikan program pada 2026 di kawasan taman nasional tersebut seperti periode sebelumnya.

Antara lain kegiatan pengamanan dan pemantauan kawasan konservasi secara terstruktur dan berbasis teknologi digital, inventarisasi satwa kunci atau penting kawasan, dan pemberdayaan masyarakat.

"Kegiatannya biasanya hampir sama, ada patroli smart rutin, inventarisasi satwa penting kawasan. Pemberdayaan masyarakat, pemulihan ekosistem, pemantauan pengunjung," ujarnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA