Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Diprediksi Melambat Dampak Bencana Sumatera

Jumat, 05 Desember 2025 - 18:15:39 WIB

Menkeu Purabaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purabaya Yudhi Sadewa.

IMCNews.ID, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun 2025 diprediksi akan sedikit melambat dampak dari bencana yang melanda wilayah Sumatera Barat, Aceh dan Sumatera Utara.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mematok pertumbuhan ekonomi pada kuartal itu pada rentang 5,6 persen hingga 5,7 persen.

Dia menilai tekanan ekonomi sudah berbalik menuju pemulihan. Namun, dengan terjadinya bencana, dia menurunkan target ke level 5,5 persen.

“Kemungkinan selalu ada (dampak bencana ke pertumbuhan ekonomi). Cuma berapa persen? Saya pikir masih akan di atas 5,5 persen,” kata Purbaya, Kamis (4/12/2025).

Sebagai langkah mitigasi, Purbaya menyatakan akan terus memantau kondisi keuangan di sistem finansial.

Dia juga bersiap untuk kembali menyuntikkan injeksi dana ke perbankan agar perekonomian kembali terdongkrak.

“Kalau masih dianggap kurang, saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan,” ujarnya.

Secara paralel, dia juga bersiap menambah anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bila jumlah yang dibutuhkan melampaui anggaran yang ada saat ini.

Dalam kesempatan sebelumnya, Purbaya telah menjelaskan bahwa BNPB masih memegang dana siap pakai (DSP) dalam jumlah yang cukup aman untuk operasional tanggap darurat.

“Di BNPB masih ada sekitar Rp500 miliar lebih (dana) di BNPB yang siap (untuk dipakai),” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Meskipun demikian, ia tidak memungkiri adanya kemungkinan penambahan anggaran operasional, mengingat dampak bencana yang terjadi berskala luas hingga mencapai tiga provinsi.

Ia mengatakan, mekanisme penambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) siap diaktifkan kapan saja sesuai kebutuhan di lapangan.

Purbaya pun meminta BNPB untuk tidak ragu mengajukan permintaan jika dana yang tersedia mulai menipis dan memastikan pihaknya akan segera memproses pencairan dana ABT tersebut saat diminta.

Ia menuturkan bahwa alokasi tersebut akan diambil dari pos darurat bencana yang memang telah disiapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kalau nanti butuh dana tambahan, kita siap juga menambah dan sudah ada di anggarannya,” katanya.

Ia memastikan bahwa kapasitas fiskal negara sangat memadai untuk menanggung biaya penanganan bencana tersebut, termasuk jika nantinya ada pengajuan untuk kebutuhan rehabilitasi maupun perlindungan sosial bagi para korban. (*)



BERITA BERIKUTNYA