APBN 2025 Alami Defisit hingga Rp479,7 Triliun

Jumat, 21 November 2025 - 14:55:09 WIB

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

IMCNews.ID, Jakarta - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 mengalami defisit sebesar Rp479,7 triliun atau 2,02 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per 31 Oktober 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan posisi itu masih dalam batas yang aman.

"Angka defisit ini berada dalam batas aman dan terkendali, jauh lebih rendah dari target outlook APBN sebesar 2,78 persen PDB untuk saat ini," kata Purbaya, Kamis (20/11/2025).

Dia memaparkan bahwa pendapatan negara terkumpul Rp2.113,3 triliun atau 73,7 persen dari outlooktahun berjalan.

Dari total pendapatan tersebut penerimaan pajak berkontribusi Rp1.708,3 triliun atau 71,6 persen, sementara penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp402,4 triliun atau 84,3 persen dari outlook.

Dia menyatakan bahwa realisasi PNBP sudah melampaui capaian tahun 2024. Itu menandakan pemanfaatan sumber-sumber penerimaan nonpajak yang lebih optimal.

Kemudian dari sisi pengeluaran, belanja negara telah terealisasi Rp2.593,0 triliun atau 73,5 persen dari proyeksi.

Rinciannya, belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp1.879,6 triliun atau 70,6 persen, sedangkan transfer ke daerah tersalurkan Rp713,4 triliun atau 82,6 persen dari outlook.

"Belanja ini diprioritaskan untuk menjaga daya beli mendukung infrastruktur dan mengawal reformasi struktural," sebut Purbaya.

Berdasarkan realisasi APBN hingga Oktober 2025, defisit keseimbangan primer tercatat Rp45 triliun.

Ia menambahkan, disiplin pengelolaan fiskal tetap dijaga meski kondisi global tengah bergejolak.

"Secara keseluruhan, realisasi APBN menunjukkan pengelolaan yang hati-hati dan prudent dalam menjaga disiplin fiskal ditegah dinamika global," katanya. (*)



BERITA BERIKUTNYA