IMCNews.ID, Jambi - Seleksi Kepala Sekolah (Kepsek) di Kota Jambi diterpa isu adanya jual beli jabatan untuk penempatan. Ada kabar tawaran menawar dalam pengisian jabatan pada sekolah favorit.
Bahkan, santer kabar bahwa ada campur tangan kelompok tertentu yang disebut dekat dengan kekuasaan turut mewarnai dinamika seleksi tahun ini.
Isu itu dibantah oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Jaelani. Dia menegaskan bahwa proses dilakukan sesuai aturan.
“Silahlan kalau ada yang menuduh, tapi buktikan. Kami bekerja sesuai aturan. Tidak ada ruang untuk bermain-main dalam seleksi ini,” tegasnya, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya seleksi dilakukan melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) yang bekerja sama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN), dilanjutkan dengan tahap wawancara.
Dari 291 peserta awal, sebanyak 284 orang dinyatakan lolos ke tahap akhir, untuk mengisi 192 posisi kepala sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP.
“Kita sudah menyelesaikan proses wawancara. Sekarang tinggal menunggu petunjuk wali kota. Setelah itu, hasilnya akan diumumkan secara terbuka ke publik,” jelasnya.
Proses seleksi tersebut, menurut Jaelani, juga mendapat pendampingan dari Inspektorat Kota Jambi.
“Kita targetkan selesai akhir tahun ini. Semua hasil akan dibuka, termasuk alasan kenapa seseorang terpilih atau belum,” ujarnya.
Menanggapi isu adanya transaksi uang, Jaelani mengaku telah berulang kali memperingatkan seluruh jajaran agar tidak bermain-main dengan proses seleksi.
“Saya orang hukum, jadi hitam-hitam, putih-putih. Tidak ada abu-abu. Kalau ada oknum yang berani bermain, itu tanggung jawab pribadi. Saya dan pimpinan sudah memberi peringatan keras,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi, Fahrul Ilmi, meminta pemerintah benar-benar serius dalam menyeleksi calon kepala sekolah.
“Sekolah-sekolah besar harus dipimpin oleh orang berprestasi dan berintegritas. Tidak boleh ada unsur lain, apalagi jika sampai ada isu tawar-menawar jabatan,” tegas Fahrul.
Ia juga mengingatkan agar proses seleksi tidak hanya menjadi formalitas.
“Kami ingin hasil seleksi benar-benar clean and clear, tidak ada intervensi. Yang terpilih harus benar-benar orang terbaik untuk memimpin sekolah,” ujarnya.
Fahrul menambahkan, kandidat dengan rekam jejak buruk perlu mendapat catatan khusus.
“Kalau pernah bermasalah dengan Inspektorat atau aparat hukum, sebaiknya jangan dijadikan kepala sekolah. Jangan sampai yang bermasalah justru diberi panggung, sementara yang berprestasi tersingkir,” tambahnya.
Sebelumnya, Wali Kota Jambi Maulana menyebut terdapat 192 posisi kepala sekolah yang akan diisi, terdiri dari 5 TK, 162 SD, dan 25 SMP negeri di bawah naungan Pemkot Jambi.
“Kami targetkan seluruh proses seleksi selesai pada akhir November. Setelah itu, para kepala sekolah terpilih akan dilantik secara serentak, agar bisa segera bekerja di awal Desember,” tegas Maulana. (*)
Gubernur Al Haris Serahkan Sapi Kurban Presiden Prabowo Seberat 930 Kilogram di Jambi
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Ivan Wirata Soroti Ketahanan Pangan Jambi
Pencari Kerja Gigit Jari! Pemprov Jambi Tunda Penerimaan CPNS
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
Pengurus Apkarindo Jambi, Abdurrahman Sayuti Ketua, Andika Sekretaris