Deretan Kendaraan yang Disita KPK dari Wamenaker Immanuel Ebenezer Dipamerkan

Jumat, 22 Agustus 2025 - 07:54:08 WIB

IMCNews.ID, Jakarta - Puluhan kendaraan disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baik roda dua maupun roda empat dari kediaman Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer.

Penyitaan itu terkait dugaan pemerasan yang dilakukan oleh Noel (sapaan akrabnya) usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK.

"Ada puluhan mobil, dan ada motor Ducati," ujar Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

Selain itu, sejumlah uang tunai turut disita dalam OTT. OTT pada Noel terkait dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Deretan mobil mewah hingga moge yang disita dipajang bak pameran di halaman kantor KPK.

Jumlahnya mencengangkan. Ada 15 mobil dan 7 motor, yang disebut berkaitan langsung dengan dugaan kasus korupsi Noel.

“Barang bukti kendaraan 15 roda empat dan kendaraan roda dua,” ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Deretan mobil mewah itu di antaranya Jeep Cherokee, Nissan GTR, BMW seri 3, Pajero Sport, Hyundai Palisade, Toyota Hilux, Corolla Cross Hybrid, hingga Mitsubishi Expander. Sementara untuk motor, KPK menyita 5 Ducati dan 2 Vespa matic.

Puluhan kendaraan tersebut disebut, Noel kumpulkan hanya dalam waktu singkat setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wamenaker pada akhir 2024 lalu.

Ada 10 orang lainnya yang ditangkap bersama Wamenaker, Noel. Sementara Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menilai operasi tangkap tangan terhadap Noel membuktikan bahwa praktik korupsi di Indonesia sudah seperti penyakit stadium 4 atau stadium lanjut.

"Ini kan sekali lagi, ini kan membuktikan bahwa memang korupsi ini sudah sedemikian masuk kategori, kalau penyakit ini stadium 4, stadium lanjut," ujar Prasetyo.

Prasetyo mengatakan peristiwa tersebut menjadi peringatan keras kepada seluruh Kabinet Merah Putih.

Prasetyo menekankan bahwa korupsi merupakan pekerjaan rumah besar yang harus dihadapi bersama.

Sebab, persoalan itu tidak hanya menyangkut pejabat negara, tetapi juga melibatkan berbagai lapisan masyarakat.

"Itu ya berlaku untuk tidak hanya kepada pejabat negara, kepada semuanya gitu. Memang PR besar kita," sebutnya.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo mengatakan bahwa Presiden Prabowo menghormati proses hukum yang sedang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wamenaker Immanuel Ebenezer.

Dia mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo agar setiap pejabat negara senantiasa berhati-hati dan tidak menyalahgunakan amanah yang telah diberikan.

"Berkali-kali diingatkan oleh Bapak Presiden kepada kita semua bahwa kita perlu untuk terus berhati-hati, semangat kita adalah semangat untuk tidak menyalahgunakan amanah yang diberikan kepada kita semua dan oleh karena itulah kami menyatakan keprihatinan yang mendalam," ucap Prasetyo. (*)



BERITA BERIKUTNYA