IMCNews.ID, Muaro Jambi – Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Jambi, Edi Purwanto, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan penyelesaian berbagai permasalahan transmigrasi di Indonesia.
Hal itu ia sampaikan dalam pertemuan membahas persoalan transmigrasi Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (20/8/2025).
Edi menyoroti persoalan tata ruang yang kerap menjadikan kawasan transmigrasi masuk dalam wilayah kawasan hutan.
Menurutnya, kebijakan tersebut sangat merugikan masyarakat transmigran. Maka daerah transmigrasi tersebut harus dikeluarkan dari kawasan hutan.
“Jangan dengan alasan memelihara satwa, pohon, orang kita telantarkan. Itu tidak manusiawi,” tegas Edi.
Ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Transmigrasi, agar menjadikan penyelesaian masalah transmigran Gambut Jaya sebagai agenda prioritas nasional.
Edi menilai, kasus serupa juga banyak terjadi di daerah lain sehingga diperlukan langkah konkret yang bisa menjadi model penyelesaian.
“Kalau permasalahan Gambut Jaya bisa selesai, maka ini akan menjadi model penyelesaian masalah yang dapat diterapkan di daerah lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga mendorong Menteri Transmigrasi untuk segera melakukan koordinasi lintas kementerian, seperti ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta lembaga terkait lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
“Kebetulan kami memiliki MoU dengan Kementerian ATR/BPN. Kami akan duduk bersama untuk mencari solusi. Apalagi sudah ada informasi penting yang kita peroleh dalam forum ini. Jika mediasi belum membuahkan hasil, opsi penyelesaian lewat jalur hukum juga akan kita tempuh,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, sejak tahun 2000 terdapat sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) peserta Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) di Desa Gambut Jaya yang seharusnya memperoleh 2 hektare lahan per KK. Namun hingga kini, masyarakat baru menerima 0,75 hektare, sementara sisa lahan masih dikuasai oleh perusahaan. (*)
Kabut Asap Kian Pekat, PT SAS Bagikan 10.000 Masker untuk Warga Jambi
Jambi Dapat Bantuan Pembangunan 500 Titik Sumur Bor Tangani Karhutla
Gubernur Turun ke Sarolangun Tangani Karhutla, Minta Waterbombing untuk Pendinginan
Cuaca Kian Memburuk Dampak Kabut Asap, Siswa PAUD/TK hingga Kelas 2 SD Diliburkan
Bukan Cuma Pemadaman, Tata Air Gambut Harus Jadi Pertahanan Pertama Hadapi Karhutla
Sengketa Informasi Chanel Berita24 Vs Dinkes Tanjab Barat, Ini Hasilnya