IMCNews.ID, Jambi - Tersangka pembakar hutan dan lahan di Provinsi Jambi bertambah. Tapi semuanya adalah perorangan bukan dari korporasi ataupun perusahaan.
Saat ini, sudah ada empat orang yang dijadikan tersangka oleh Ditreskrimsus Polda Jambi.
Sebelumnya ada dua orang, dan teranyar ada dua orang lagi yang ditetapkan jadi tersangka.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia mengatakan dua tersangka baru itu yakni untuk pembakar lahan di Tanjab Barat dan Merangin.
“Mereka semua kini telah diamankan di polres setempat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.
Tersangka karhurla di Tanjab Barat, kata dia bernama Iman, warga jalan lintas Kuala Tungkal RT 31, Kecamatan Bram Itam, Kabupaten Tanjabbar.
Dia melakukan pembakaran lahan di Bram Itam seluas satu hektare dengan barang bukti yang diamankan sebilah parang, korek api gas dan batangan kayu yang terbakar.
Kemudian di Polres Merangin tersangkanya adalah Libra Naingolan yang membakar dua hektare lahan di Kecamatan Bangko depan Polres Merangin dengan barang bukti korek api gas.
Sebelumnya tim Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jambi juga telah menetapkan dan mengamankan dua pelaku Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Peninjauan, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi pada Kamis pekan lalu.
"Kedua pelaku bernama Oloan Sihaloho (30) dan Togi Panggabean (45) warga Kecamatan Kemuning, Indragiri Hilir, Provinsi Riau," sebutnya.
Kombes Pol Taufik menyebutkan keempat pelaku saat diinterogasi mengaku melakukan kegiatan perkebunan di dalam kawasan Hutan dan membuka lahan dengan cara membakar.
"Lahan yang terbakar ini merupakan hutan produksi," sebutnya.
Sementara itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mencatat luas Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi sejak Januari hingga Juli 2025 ada seluas 421,77 hektar lahan yang terbakar.
"Sampai saat ini kita mencatat 421,77 hektare Kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jambi yang tersebar pada beberapa kabupaten," kata Kepala BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah.
Luas lahan yang terbakar paling banyak dinKabupaten Muaro Jambi mencapai seluas 270 hektare.
Disusul dari Kabupaten Sarolangun yang mencapai 63,70 hektare, Kabupaten Tanjung Jabung Barat ada 60,30 hektare, Batang Hari seluas 16,60 hektare, Tebo cuma enam hektare dan Nerangin hanya seluas 3,17 hektare.
Luas lahan yang terbakar ini masih berpotensi bertambah, hal ini dikarenakan petugas masih berupa melakukan memadamkan api terutama di Desa Gambut Jaya, Kabupaten Muaro Jambi yang sampai saat ini belum bisa dipadamkan apinya. (*)
Pengurus DPW dan DPD PAN se Provinsi Jambi Dilantik, Al Haris Nyatakan Komitmen Jalankan Amanah
Jamaah Dilindungi Asuransi Jika Sakit Akibat Panas Ekstrem Saat Puncak Haji
Geram Jaringan Telkom Hambat Perbaikan Jalan, Ivan Wirata Beri Tenggat Tiga Hari
Buka Siginjai Fest 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Jambi Perkuat Ekonomi Syariah
5,5 Kg Barang Bukti Sabu Hasil Tangkapan Dimusnahkan, Tiga Tersangka Ikut Dihadirkan