IMCNews.ID, Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi akan mengubah status kesiapsiagaan menjadi siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam pekan ini.
Peningkatan status ini dilakukan sebagai langkah antisipasi mengingat saat ini telah menghadapi musim kemarau.
"Statusnya akan naik dalam minggu ini, jadi diminta kepada semua pihak agar bersama-sama, dengan persatuan kita, mudah-mudahan karhutla bisa kita atasi dan bisa kita minimalisasi dengan baik," kata Gubernur Jambi Al Haris.
Ia mengatakan meski wilayah Provinsi Jambi masuk musim kemarau, potensi hujan masih terjadi dengan intensitas ringan hingga sedang.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah mengatakan kemarau tahun ini masuk kategori kemarau basah, artinya panas, namun ada hujan.
Nantinya setelah status dinaikkan menjadi siaga darurat, pihaknya akan segera melakukan apel gabungan persiapan mengecek kesiapan personel dan peralatan untuk mendukung kegiatan, termasuk mendirikan posko lapangan.
Menurut dia, kini sudah ada tiga kabupaten yang mengusulkan peningkatan status siaga darurat. Hal itu sudah cukup sebagai syarat tersebut untuk menaikkan status sebagaimana yang telah diatur oleh pemerintah.
"Muaro Jambi, Tanjabbar dan Sarolangun mengusulkan perubahan status, artinya syarat sudah mencukupi (minimal tiga kabupaten) pekan ini kita ubah statusnya," ujarnya. (*)
Selat Hormuz Bisa Dilewati Tanpa Biaya Selama 60 Hari, Ditanggung Iran
Gubernur Al Haris: ISMI Jadi Wadah Pengabdian untuk Membangun Jambi
Raih Opini WTP ke-14, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan
Dua Terdakwa Kasus 58 Kg Sabu Dituntut Seumur Hidup Oleh JPU Kejari Jambi
Silaturahmi dengan Kabinda Jambi, Dr Abd Rahman Perkenalkan Program FKPT