Tragis, Seorang Wanita Muda Tewas Dimutilasi, Mayatnya Ditemukan Tak Utuh Dalam Koper

Senin, 27 Januari 2025 - 12:56:23 WIB

IMCNews.ID - Seorang wanita malang menjadi korban mutilasi. Jasadnya ditemukan tak utuh dibuang dalam sebuah koper.

Korban adalah UK (29), warga Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Penemuan itu menggemparkan warga Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, pada Kamis pagi (23/1/2025).

Satreskrim Polres Ngawi bersama Tim Kedokteran Forensik telah melakukan visum. Korban diduga kuat sebagai korban dari tindak kejahatan mutilasi.

Kapolres Ngawi, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, turun langsung ke lokasi dan meninjau proses autopsi di RSUD Dr. Soeroto pada pukul 14.40 WIB.

Menurut Dwi, hasil sementara menunjukkan adanya bagian tubuh korban yang hilang.

“Mayat yang ditemukan ini hanya berupa badan. Kaki sebelah kiri dari pangkal paha hilang, begitu juga kaki sebelah kanan dari lutut ke bawah, serta kepala korban,” kata Dwi

Tubuh korban ditaruh di dalam koper tertutup berwarna merah dan terbungkus seperti paket.

Warga yang menemukan koper itu penasaran lalu membukanya dan terlihat ada tubuh manusia setengah telanjang yang mulai membusuk.

Polisi juga juga melakukan autopsi pada tubuh korban. Hasil autopsi menyebutkan bahwa penyebab kematian korban diduga karena kekurangan nafas akibat terhambat jalan pernafasan, kemungkinan akibat cekikan.

Selain kekurangan nafas, korban diduga juga mengalami kekerasan sebelum meninggal dunia.

Tak menunggu lama, anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap pelaku mutilasi mayat wanita dalam koper yang ditemukan di Ngawi.

"Alhamdulillah, pelaku mutilasi berhasil kami tangkap tadi malam (Sabtu, 25/1) sekitar jam 24.00," ujar Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman, Minggu (26/1/2025).

Saat ini, lanjut Farman, pelaku masih dalam proses penyidikan. Sementara terkait identitas pelaku, kronologi kejadian, motif pembunuhan mutilasi hingga penangkapan, Farman belum dapat membeberkan lebih jauh.

"Nanti akan kami rilis," katanya.

Sementara keluarga korban yang telah menerima kabar penangkapan tersangka ingin bertemu dengan pelaku.

"Keluarga ingin bertemu dengan pelaku dan bertanya langsung terkait dengan masalah yang terjadi antara pelaku dengan anaknya sehingga sampai membunuh, bahkan memutilasi anaknya tersebut. Ingin saya ke sana, bertemu. Cuma ingin tanya apa permasalahannya," kata ayah tiri korban, Hendi Suprapto.

Pihaknya masih berduka dengan kejadian yang menimpa anak tirinya itu. Keluarga pun menyerahkan sepenuhnya terkait dengan proses hukum ke kepolisian.

Ia mengatakan anak tirinya itu adalah sosok yang baik. Yang bersangkutan juga tulang punggung keluarga. Dua anaknya juga masih bersekolah.

"Kalau kepribadiannya, dia kan tulang punggung keluarga. Dia anak baik. Ke rumah sering, sebulan bisa dua sampai tiga kali, pokok pulang ada waktu senggang kalau sama anaknya main ke sini (rumah ibunya di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar)," ungkapnya.

Ia menambahkan, keluarga juga sering berkomunikasi dengan almarhumah.

Ia mengaku terakhir berkomunikasi Sabtu (18/1) lalu.

Pada Selasa (21/1) sudah hilang komunikasi dengan keluarga.Keluarga, kata dia, mencoba menghubungi lewat WhatsApp, namun sudah tidak bisa.

Padahal, biasanya yang bersangkutan ketika dihubungi saat senggang pasti membalas atau langsung menelepon kembali.

"Sampai malam tidak ada kabar. Sampai dua hari tidak ada (kabar)," ungkapnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA