IMCNews.ID, Jambi - Kasus perudungan di Kota Jambi ternyata banyak terjadi. Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi mencatat sejak Januari hingga Agustus 2024 telah menangani sebajyak 31 kasus perundungan.
Kepala DPMPPA Kota Jambi Noverintiwi Dewanti, mengatakan kasus perundungan tersebut telah diselesaikan lewat jalur mediasi.
"Selesai dengan mediasi, tanpa ada yang sampai ke meja hijau," katanya.
DPMPPA Kota Jambi, kata Noverintiwi, berkomitmen menyelesaikan setiap laporan perundungan yang masuk ke PPA.
Dia meminta korban perundungan tidak segan melaporkan kejadian tersebut ke DPMPPA agar dapat ditangani dan diselesaikan.
Teranyar, DPMPPA Kota Jambi juga mendapatkan pengaduan mengenai perundungan yang menimpa seorang siswi SMP di Kota Jambi.
Perkara tersebut, saat ini juga telah dilaporkan ke Polresta Jambi. Dia mengatakan bahwa delapan terduga pelaku sudah dipanggil oleh Polresta Jambi untuk diperiksa.
Dari jumlah tersebut, satu pelaku berinisial AG berusia 21 tahun dan sudah memiliki anak.
Noverintiwi menjelaskan bahwa pihaknya memberikan pendampingan dan konseling psikologi kepada korban serta orang tuanya.
"Kami berkomitmen untuk mendukung korban melalui layanan psikologis," katanya.
Dalam penanganan kasus perundungan, DPMPPA Kota Jambi juga memastikan pendampingan psikologis terhadap korban.
Secara berkelanjutan, pihaknya juga rutin mensosialisasikan dampak buruk perundungan kepada pelajar di sekolah, masyarakat di kelurahan dan RT.
Pihaknya juga memiliki inovasi terkait pengaduan dengan pemberian informasi dan konsultasi melalui mobil perlindungan yang datang ke sekolah. (*)
Bersama WWF, AJI Jambi Diseminasi Hasil Liputan dan Putar Film Restorasi Berbasis Masyarakat
Gubernur Al Haris Buka Pekan Kebudayaan Daerah "Jambi Elok Nian"
Wagub Sani Sambut Kepulangan 443 Jamaah Haji Kloter BTH-21 ke Provinsi Jambi
Kasus Pengadaan Zat Kimia Perumda Tirta Mayang, Dua Terdakwa Keberatan dengan Dakwaan JPU
SAD di Batanghari Keluhkan Aktivitas Tambang, Makin Terdesak
SIEJ Ingatkan Calon Kepala Daerah Sensitif Pada Persoalan Lingkungan