IMCNews.ID, Jambi - Gubernur Jambi, Al Haris mengungkap bahwa Gini Ratio Jambi tertinggi di Sumatera. Gini Ratio adalah ukuran statistik kesenjangan ekonomi dalam suatu populasi.
Koefisien ini untuk mengukur penyebaran pendapatan atau distribusi kekayaan di antara anggota suatu populasi. Gini Ratio atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk
"Gini Ratio kita tertinggi di Sumatera. Tak sesuai dengan peningkatan laju pertumbuhan ekonomi Jambi," katanya dalam acara Outlook Perekonomian Jambi 2024 yang digelar BI Jambi di salah satu hotel di Kota Jambi, Senin (22/1/2024).
Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Jambi melaju tinggi. Namun sayang tak berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jambi.
"Angka kemiskinan kita tinggi. Ketimpangannya cukup tinggi. Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah susah," ujarnya.
Dia mempertanyakan kondisi ini kepada pemangku kebijakan di BI. Mengapa laju pertumbuhan ekonomi Jambi tak berbanding lurus dengan penurunan angka kemiskinan.
"Apakah ini pengaruh BLT yang sudah sering diberikan kepada warga sehingga warga Jambi bergantung dengan itu. Ini mungkin, hanya berdasarkan pemikiran saya. Masyarakat walau punya uang, ada motor ngaku tak punya agar dapat bantuan," sebutnya.
Persoalan ini, menurut dia menjadi pekerjaan bersama untuk dicari solusinya. Dia mengajak pihak terkait untuk bersama memecahkan persoalan ini sehingga ekonomi masyarakat Jambi kian membaik.
"Makanya untuk ekonom Jambi ini menjadi pikiran kita. Kenapa tak berbanding baik antara pertumbuhan ekonomi dan gini ratio kita. Ketimpangan terjadi cukup tinggi di masyarakat. Ini PR kita. Salahnya dimana. Kita berharap 2024 ekonomi Jambi tumbuh, kalau bisa melebihi angka 5. Gini Ratio juga harus berubah," tandasnya. (*)
Jambi-Kepri Tandatangani Kerja Sama Pengelolaan Pulau Berhala
Jambi Masuk Daftar Daerah Rawan Karhutla, Tiga Kabupaten Paling Rentan
KI Jambi Sidangkan Tujuh Sengketa Terkait Informasi Desa di Tiga Kabupaten
Pasca Bentrok SAD dan Security PT SAL, Polisi Perketat Pengamanan
Bentrok SAD dan Security PT SAL Pecah, Walhi: Negara Gagal Selesaikan Konflik Agraria
Ihsan Yunus Bantu 30 Ribu Benih Ikan Lele dan Nila di Mandiangin Timur