IMCNews.ID, Jambi - Persoalan sampah di Kota Jambi Dalam beberapa hari terakhir menuai sorotan. Pasalnya, di sejumlah titik dalam Kota Jambi kerap terlihat sampah yang menumpuk hingga merusak keindahan Kota.
Pj Walikota Jambi, Sri Purwaningsih mengungkap alasan sering terjadinya tumpukan sampah-sampah tersebut. Menurut dia, tumpukan sampah disebabkan oleh krisis pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar subsidi, yang membuat operasional truk pengangkut sampah terhambat. Kendala lainnya yakni kerusakan armada angkut.
Selain itu, perilaku tidak disiplin masyarakat dalam membuang sampah dan dugaan pembuangan sampah berlebihan oleh sebagian warga dan pelaku usaha menjadi kendala serius.
Pj Walikota menekankan perlu adanya penegakan hukum terhadap pelanggaran aturan pembuangan sampah. Dia mengeluarkan instruksi kepada dinas terkait.
Dia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memperkuat armada pengangkutan sampah, terutama di wilayah yang terdampak armada rusak.
Kemudian, Dinas Perhubungan dan Dinas Perdagangan diminta memprioritaskan pengisian BBM untuk mobil angkutan sampah di SPBU.
"Dinas DLH bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian melakukan himbauan kepada pelaku usaha untuk pengelolaan sampah yang menghasilkan timbulan sampahnya lebih dari 1 ton untuk dapat langsung dibuang ke TPA," katanya.
Selain itu Camat, Lurah, dan Satpol PP diminta untuk melakukan patroli dan menegakkan aturan pembuangan sampah. Sri Purwaningsih memberikan target agar kendala pengangkutan sampah tidak terulang, terutama menjelang liburan Natal dan Tahun Baru. (*)
Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Gubernur Dukung Penguatan Ranperda Inisiatif Dewan
Wakil Ketua DPRD Provinsi Ivan Wirata Soroti Ketahanan Pangan Jambi
Pencari Kerja Gigit Jari! Pemprov Jambi Tunda Penerimaan CPNS
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Kapolda Minta Jajaran Awasi SPBU Selama Libur Natal dan Tahun Baru: Tak Boleh Ada Kekosongan BBM