IMCNews.ID, Jambi - Indeks Demokrasi Provinsi Jambi masih jauh dari kata baik. Secara nasional, saat ini indeks demokrasi di Jambi berada di urutan 26 dari 34 provinsi di Indonesia, belum termasuk 4 provinsi yang baru terbentuk.
Rendahnya indeks demokrasi Provinsi Jambi ini diungkapkan Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi Apani Saharudin saat jadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) di Grand Hotel, Selasa (21/11/2023).
FGD aktual dan kekinian ini digelar Serikat Media Siber Indonenesia (SMSI) Provinsi Jambi bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Provinsi Jambi dengan tema 'Kolaborasi Media Online dan Pemerintah, Ciptakan Pemilu Damai Berkualitas'.
Menurut Apani, rendahnya indeks demokrasi Provinsi Jambi itu salah satunya disebabkan rendahnya partisipasi pemilih dalam Pemilu 2019 dan pilgub 2020 lalu.
Apani mengatakan, pada Pemilu 2019 partisipasi pemilih di Jambi hanya 81 persen. Sementara pada Pilgub Jambi 2020 malah turun menjadi 74 persen.
"Dari data statistik, pemilih yang banyak tidak menggunakan hak memilih itu adalah kalangan milenial dan generasi Z (Gen Z), yaitu pemilih usia di bawah 25 tahun," jelasnya.
Menurut Apani, banyak faktor pemilih pemula tidak menggunakan haknya. Diantaranya karena kurangnya sosialiasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.
"Misal mereka terdaftar sebagai pemilih di dusun, sementara di kuliah atau sekolah di kota atau luar provinsi. Ini menjadi kendala mereka memilih," katanya.
Kemudian, faktor kurangnya sosialisasi membuat pemilih pemula ini tidak mengerti dan kurang peduli dengan hak pilihnya.
Melihat penomena ini, menurut Apani, pihaknya Badan Kesbanpol Provinsi Jambi terus berupaya meningkatkan indeks demokrasi di Jambi.
Salah satunya dengan terus berupaya melakukan sosialiasi agar partisipasi pemilih dalam pemilu 2024 nanti meningkat.
"Makanya kami gencar melakukan FGD terkait dengan pemilu. Sasaran kami adalah para pemilih pemula untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka memilih," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina SMSI provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) sangat mengapresiasi FGD yang digelar SMSI dan Kesbangpol Provinsi Jambi.
Menurut dia, FGD dengaj melibatkan media ini sangat penting agar pesan yang dihasilkan dalam FGD bisa tersampaikan ke masyarakat.
"Ini saya apresiasi agar terciptanya Pemilu 2024 yang Luber dan Jurdil," kata anggota DPR RI dapil Jambi ini.
Menurut SAH, SMSI merupakan organisasi media siber terbesar di Indonesia saat ini. Menurut dia, media, khusunya yang tergabung dalam SMSI perlu banyak mengangkat tema menyongsong Pemilu 2024.
"Kami mengapresiasi tema yang diangkat, dan tak heran karena SMSI ini informasinya terdepan profesional dan tak ada hoaks. Karena penting, sebagai media agar tak miring sebelah. Harus beri informasi berharga, bila perlu menjadi informasi pertama setiap saat," katanya.
"Momentum Pemilu Damai 2024 harus disikapi dengan kalimat bijak, siapa yang menguasai dunia informasi itu yang menguasai dunia. SAH yakin akan manfaatkan momentum sebaiknya , karena informasi sangat berperan penting dalam pemilu," katanya. (*)
Gandeng KI Jambi, LLDIKTI Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Perguruan Tinggi Swasta
BMKG Ingatkan Kemarau Tahun Ini Lebih Kering Dibanding 30 Tahun Terakhir
Gubernur Al Haris: RKPD Provinsi Perlu Jaga Keselarasan dengan Target Nasional
Sekda Sudirman Buka Sosialisasi EPSS dan Pembinaan Statistik Sektoral Tahun 2026
Kemas Faried Ikuti Retreat Khusus Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang
Kolaborasi SMSI Jambi dan Kesbangpol, Gelar FGD Ciptakan Pemilu Damai Berkualitas