IMCNews.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya soal tudingan bahwa dirinya tengah membangun dinasti politik. Menurut dia, tudingan yang disampaikan itu merupakan persepsi masyarakat.
"Ya itu kan (membangun dinasti politik, red) masyarakat yang menilai," kata Jokowi dalam sebuah acara di Jakarta.
Jokowi menekankan bahwa dalam segala jenis pemilihan, baik pemilihan wali kota, pemilihan bupati, pemilihan gubernur, dan pemilihan presiden, keputusan akhir ada di tangan rakyat yang berhak memberikan suara.
"Dalam pemilihan apapun, baik itu pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, rakyat yang memilih, rakyat yang menentukan, dan rakyat yang mencoblos. Bukan kita, bukan elit, bukan partai. Inilah esensi dari demokrasi," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, istilah "dinasti politik" telah muncul dalam konteks keluarga Jokowi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengizinkan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai bakal calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2024.
Putusan MK ini menuai kritik karena ketua MK saat itu, Anwar Usman, adalah adik ipar Joko Widodo.
Hal ini membuat beberapa pihak menduga bahwa Jokowi berupaya membangun dinasti politik dengan mempertahankan kekuasaan keluarganya.
Namun presiden Jokowi memilih untuk menyerahkan penilaian apakah tudingan mengenai dinasti politik ini beralasan atau tidak kepada masyarakat yang akan menilai. (*)
Upaya PT SAS Selamatkan Hutan Lindung Gambut Londerang dari Karhutla
Gubernur Al Haris Tinjau Korban Kebakaran di Cempaka Putih, Pastikan Bantuan Segera Disalurkan
Masyarakat Diminta Ikut Jaga Jalur Pipa Migas dan Tingkatkan Kesiagaan Kebakaran
Gus Kikin Terpilih Sebagai Ketua Umum PBNU, KH Miftachul Akhyar Rais Am
Dampak Asap, Pembelajaran Jarak Jauh Siswa PAUD hingga SMP di Kota Jambi Diperpanjang
Kejati Jambi Bagikan Ribuan Masker dan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Dudung Diprediksi Bakal Jadi Kepala BIN, Agus Subiyanto KSAD