IMCNews.ID, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tanggapannya soal tudingan bahwa dirinya tengah membangun dinasti politik. Menurut dia, tudingan yang disampaikan itu merupakan persepsi masyarakat.
"Ya itu kan (membangun dinasti politik, red) masyarakat yang menilai," kata Jokowi dalam sebuah acara di Jakarta.
Jokowi menekankan bahwa dalam segala jenis pemilihan, baik pemilihan wali kota, pemilihan bupati, pemilihan gubernur, dan pemilihan presiden, keputusan akhir ada di tangan rakyat yang berhak memberikan suara.
"Dalam pemilihan apapun, baik itu pemilihan kepala daerah maupun pemilihan presiden, rakyat yang memilih, rakyat yang menentukan, dan rakyat yang mencoblos. Bukan kita, bukan elit, bukan partai. Inilah esensi dari demokrasi," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, istilah "dinasti politik" telah muncul dalam konteks keluarga Jokowi setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengizinkan putra Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju sebagai bakal calon wakil presiden dalam Pemilihan Presiden 2024.
Putusan MK ini menuai kritik karena ketua MK saat itu, Anwar Usman, adalah adik ipar Joko Widodo.
Hal ini membuat beberapa pihak menduga bahwa Jokowi berupaya membangun dinasti politik dengan mempertahankan kekuasaan keluarganya.
Namun presiden Jokowi memilih untuk menyerahkan penilaian apakah tudingan mengenai dinasti politik ini beralasan atau tidak kepada masyarakat yang akan menilai. (*)
Gubernur Al Haris Siap Tindaklanjuti Masukan DPRD Demi Kemajuan Jambi
Dede Perampok dan Pembunuh Nindia Pemilik Pajero Sport Hanya Divonis 19 Tahun Penjara
Diperkirakan Dihadiri Ribuan Massa, Pengurus PAN se Provinsi Jambi Dilantik Lusa Oleh Zulhas
Ketua DPRD Provinsi Jambi Soroti Aktivitas Ilegal Pemicu Banjir di Sarolangun
Dudung Diprediksi Bakal Jadi Kepala BIN, Agus Subiyanto KSAD