IMCNews.ID, Jambi - Walikota Jambi, Syarif Fasha meminta manajemen mall Jambi City Center (JCC), Simpang Kawat untuk segera melunasi kewajibannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.
"Jadi manajemen itu berganti, manajemen baru mau ketemu saya. Saya bilang bayar dulu yang menjadi haknya Pemkot Jambi, baru kita ketemu," sebut Fasha.
Untuk diketahui, sesuai Memorandum of Understanding (MoU) antara manajemen JCC dan Pemkot Jambi atas skema pembangunan Build Operate Transfer (BOT) telah disepakati bahwa Pemkot Jambi akan mendapat kontribusi sebesar Rp85 miliar dari Jambi City Center (JCC), Simpang Kawat.
Kontribusi tersebut didapat Pemkot dari BOT JCC yang disepakati selama 30 tahun. Pergantian manajemen, Kata Fasha tak jadi persoalan. Namun soal kewajiban harus tetap dibayarkan.
"Ada royalti yang masuk. Saya minta itu diselesaikan dulu. Saya tidak mau ketemu dengan saya nanti cuma membahas pergeseran managemen ini, tapi bagaimana menyelesaikan tunggakan yang itu menjadi haknya pemerintah Kota Jambi," ujarnya.
Perlu diketahui, BOT antara Pemkot dengan PT Bliss Property Indonesia (Pengembang JCC saat itu, red) sudah dilakukan sejak 2015 lalu.
Pada 7 Maret 2016 dilakukan Ground Breaking. Tahap penyelesaian proyek fisiknya di hitung dari Ground Breaking. Seharusnya pada Desember 2018 lalu, pihak management sudah melakukan Soft Opening.
Namun ternyata, hingga kini mall dan hotel di eks Terminal Simpang Kawat tersebut belum juga dibuka. (*)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN