Tuding Proses Penatapan Bacaleg Golkar Kota Jambi Tidak Profesional, Ucok Bakal Lapor DPP

Rabu, 17 Mei 2023 - 09:41:56 WIB

Ucok bersama Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra.
Ucok bersama Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra.

IMCNews.ID, Jambi - Kericuhan soal penetapan nomor urut bakal calon anggota legisatif (bacaleg) saat rapat singkronisasi di DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi yang videonya viral berbuntut panjang.

Jefri Bintara Pardede, Bacaleg yang namanya ‘dibuang’ dari Dapil Alam Barajo, Kota Jambi berencana melapor ke DPP Golkar.

Politisi yang akrab disapa Ucok Pardede ini mengaku sudah mempersiapkan sejumlah langkah pasca dirinya 'dibuang' dari daftar pencalegan untuk DPRD Kota Jambi.

"Sudah kita siapkan langkah selanjutnya. Tapi untuk sementara bertahan dulu," katanya, Selasa (16/5/2023) kemarin.

Menurut Ucok, dirinya akan melapor ke DPP Partai Golkar terkait proses yang terjadi saat penentuan daftar caleg DPD II Kota Jambi. Dia menilai proses penetapan daftar bacaleg tidak fair dan tidak profesional.

"Kita lapor ke DPP," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD II Golkar Kota Jambi, Budi Setiawan belum bisa dimintai tanggapan terkait masalah keributan tersebut. 

Sebelumnya beredar dua buah video keributan saat rapat singkronisasi pemenangan Partai Golkar di Pemilu 2024 beredar di grup whatsApp. 

Dalam video berdurasi 1.01 menit dan 0,26 detik itu terlihat salah satu bacaleg Jefri Bintara Pardede mengamuk. Dengan suara keras dia meminta dan menantang Bidang Bapilu DPD II Golkar Kota Jambi ke luar ruang rapat. 

Ucok mengakui keributan itu. Menurut Ucok, saat itu dirinya diundang untuk diwawancarai terkait pencalegannya maju di legislatif Kota Jambi. Namanya berada diurutan nomor 1 dalam daftar pencalegan.

"Saya diundang wawancara, tiba-tiba nam saya hilang dari daftar," kata mantan anggota dewan Kota Jambi ini.

Ucok juga mengaku sudah menanyakan alasan namanya hilang dari daftar tersebut. 

Namun ketua Bappilu tidak bisa menjelaskannya. Malahan kata Ucok, ketua Bappilu bernada tinggi menantangnya dengan perkataan 'Kuselesaikan kau'. 

"Dalam rapat itu saya minta Bapilu Golkar Kota menjelaskan alasan nama saya dibuang dari Dapil Alam Barajo. Dan apa alasannya menempatkan orang baru di Golkar menduduki nomor urut satu. Tapi mereka tidak bisa menjelaskan. Malah dia emosi. Katanya aku selesaikan kau.. dengan nada tinggi, ngegas. Makanya saya terpancing emosi,’’ katanya.

Setelah terjadi keributan, menurut Ucok, akhirnya masalah yang dia protes dirapatkan lagi. 

Saat itu dia mendapat kabar Ketua DPD I Partai Golkar Cek Endra mengirim pesan melalui whatsApp kepada Sekretaris DPD I Partai Golkar dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi namanya di plot menjadi nomor urut Satu Dapil Alam Barajo. 

Namun, lanjut Ucok, ketika pendaftaran bacaleg hari Minggu, 14 Mei 2023 ternyata posisi namanya berubah lagi. Bukannya di nomor urut satu, tapi di nomor urut lima.

"Ternyata nama saya dijegal lagi. Jelas saya sangat kecewa. Kok bisa berubah ubah keputusannya,’’ katanya. 

Menurut Ucok dia merasa sangat kecewa. Dia menilai kejadian ini bisa terjadi ketua tidak tegas. Penilaiannya juga tidak fair. Makanya dia memutuskan mundur dari pencalegan. 

Sebelumnya, Ketua DPD I Golkar Provinsi Jambi Cek Endra (CE) menanggapi persoalan nomor urut, mengatakan, jika daftar bacaleg Golkar sesuai abjad dan itu sudah perintah DPP Golkar. 

"Sesuai abjad, sesuai perintah DPP," kata CE didamping Fahrul Rozi usai pendaftaran di KPU Provinsi Jambi, Minggu (14/5/2023).

Menurut CE yang juga maju DPR RI ini, pertempuran bukan pada penentuan nomor urut namun pada saat berkampanye dan di hari pemilihan nanti. 

"Pertempuran bukan pada nomor urut, bukan di pendaftaran ini, tapi berapa banyak sanggup mencetak baliho dan pada pemilihan nanti," sebutnya.

CE juga membenarkan para Bacaleg Golkar yang bakal maju di DPRD Kota Jambi, selain incumbent didominasi oleh wajah baru dan para anak muda. (*)



BERITA BERIKUTNYA