IMCNews.ID, Jambi - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi untuk periode 12-18 Mei 2023 kembali merosot.
Tim perumus menetapkan harga sawit dengan usia tanam 10-20 tahun juga turun Rp30 per kilogram dari Rp2.317 menjadi Rp2.287 per kilogram.
Selain itu, harga minyak sawit mentah (cpo) juga turun tipis hanya Rp8 per kilogram dari Rp10.207 menjadi Rp10.199 per kilogram.
"Tim juga telah menyepakati harga inti sawit turun Rp175 per kilogram dari Rp5.288 jadi Rp5.113 per kilogram," kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal.
Harga TBS ini adalah harga yang diperuntukkan bagi petani yang telah jadi mitra dari perusahaan pengolahan sawit.
Untuk diketahui, harga TBS di Jambi untuk TBS usia tanam tiga tahun yang ditetapkan untuk periode kali ini adalah Rp1.803 per kilogram, usia tanam empat tahun Rp1.908 per kilogram, usia tanam lima tahun Rp1.997 per kilogram, usia tanam enam tahun Rp2.081 per kilogram dan usia tanam tujuh tahun Rp2.134 per kilogram.
Kemudian untuk usia tanam delapan tahun senilai Rp2.178 per kilogram, usia tanam 9 tahun Rp2.222 per kilogram, usia tanam 10 sampai dengan 20 tahun Rp2.287 per kilogram, usia 21 hingga 24 tahun Rp2.2215 per kilogram dan di atas 25 tahun Rp2.109 per kilogram.
Sebelumnya, Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Jambi untuk periode 5-11 Mei 2023 umur 10-20 tahun juga turun tipis Rp85 per kilogram dari Rp2.402 menjadi Rp2.317 per kilogram.
Jauh sebelumnya, pada periode 28 April - 4 Mei 2023, harga sawit juga merosot tajam. Harga sawit umur 10-20 tahun juga turun Rp276 per kilogram dari Rp2.678 menjadi Rp2.402 per kilogram. (*)
Pohon Tumbang Diterjang Angin Kencang di Jalinsum Ganggu Lalu Lintas, Brimob Bergerak Evakuasi
Kemenag Siapkan Regulasi Baru Sikapi Dugaan Kekerasan Seksual di Lingkungan Ponpes
Gubernur Al Haris Tinjau Korban Kebakaran di Tanjab Barat, Serahkan Bantuan dan Ajak Gotong Royong
Bengawan Kamto Komut PT PAL Dituntut 6 Tahun Penjara Dalam Dugaan Korupsi Kredit BNI
Ketua DPRD Provinsi Jambj Lepas 17 Atlet Karate ke Kejurnas di Bandung
Pembangunan Jalur Khusus Angkutan Batu Bara Masih Terkendala, Harga Tanah Meroket