IMCNews.ID, Jambi - Kabar kembalinya Al Haris ke Golkar mendapatkan penolakan dari kader partai besutan Airlangga Hartarto itu di Jambi.
Ramainya penolakan itu buntut dari ketersinggungan Golkar peryataan Al Haris dalam sambutannya di acara Halal Bi Halal Fraksi PAN Provinsi Jambi di Rumah PAN di kawasan Pattimura, Sabtu malam (29/4/2023) lalu.
Pada saat itu, Haris menyampaikan ada sejumlah partai yang mengajaknya bergabung. Diduga kuat salah satu yang dimaksud Haris adalah Golkar.
Pada kesempatan itu Haris menegaskan dirinya tidak akan berhianat dari PAN yang telah mengantarkannya menjadi orang nomor 1 di Provinsi Jambi.
“Meski dari pandagan secara politik PAN mulai goyah, namun yang diajarkan Ketua Umum Zilkifli Hasan, PAN itu politik tanpa gaduh. Kita akan tetap konsisten. Saya tidak mau jadi penghianat partai,” katanya dihadapan Ketua DPW PAN Provinsi Jambi, H Bakri beserta anggota Fraksi PAN se-Provinsi Jambi.
Pidato Haris itulah mendapat reaksi keras dari pengurus dan kader Partai Golkar Provinsi Jambi. Mereka merasa tersinggung dengan pernyataan Al Haris tersebut.
Mereka menilai pernyataan Al Haris tersebut telah mengecilkan dan sagat menyinggung perasaan anggota dan simpatisan Golkar se Provinsi Jambi.
Akibatnya, muncul gerakan penolakan Haris bergabung ke Golkar dari para kader dan simpatisan Golkar.
Sekretaris Dewan Pertimbangan (Seswantim) DPD PG Provinsi Jambi, Yun Ilman membenarkan terjadi penolakan dari kader dan simpantisan Golkar Provinsi Jambi yang tersinggung dengan pidato Al Haris tersebut.
Dia menyebut Al Haris ibarat kacang lupa dengan kulitnya. "Al Haris itu politisi dalam cuaca ekstrim," katanya.
Menurut Yun, selama ini hubungan Golkar dengan Al Haris baik-baik saja. Saat maju di Pilkada Merangin, Al Haris diusung Partai Golkar.
Kemudian menjabat sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Merangin. Namun, saat pemilihan Gubernur 2019, Al Haris diusung PAN,PKB,PKS, bukan diusung Partai Golkar.
Dia menegaskan, setelah menjadi gubernur, DPD Golkar Provinsi Jambi tidak pernah mengajak Al Haris balik bergabung ke Golkar.
Kabar Haris mau gabung ke Golkar itu mereka ketahui dari pidato Ketua Umum Golkar
Airlangga Hartarto dihadapan Ketua DPD 1 Golkar se Indonesia dalam rakornis Bappilu di Bali awal Februari 2023 lalu.
"Dari berita di media, kita membaca Al Haris sendiri membenarkan dia sudah ada komunikasi dengan Ketum Golkar. Tapi entah apa penyebabnya saat Halal Bi Halal DPW PAN dari berita/video terlihat dia berkata lain,’’ katanya.
‘’Saya sebagai Sekretaris Dewan Pertimbangan Partai Golkar Jambi telah mencoba melakukan upaya follow up kepastian Gubernur Al Haris untuk "come back declare" sesuai pidato Ketum DPP Airlangga Hartarto. Namun low respon. Bisa jadi suasana hati beliau lagi galau karena oleh iklim politik yang memang dalam keadaan tidak menentu. Beliau sendirilah yang bisa merasakannya,’’ jelasnya.
Yun Ilman tidak menampik saat kabar Al Haris mau ‘balik kandang’ ke Golkar mencuat, banyak penolakan dari kader dan simpatisan partai beringin rindang.
Penolakan ini makin kencang dan massif pasca beredarnya pidato Al Haris di acara Halal Bi Halal PAN tersebut.
Dengan kejadian ini, Yun Ilman menyimpulkan kecil kemungkinan Haris bisa ‘balik kandang’. Sebab saat ini Partai Golkar telah bersiap menghadapi tahapan Pemilu 2024.
"Ibarat kata, saat ini tiket kereta Partai Golkar telah terbeli habis oleh penumpang, baik kelas biasa maupun kelas VVIP. Loket Golkar Jambi telah tertulis Sold Out,’’ pungkasnya.
Pernyataan lebih keras lagi disampaikan Wakil Ketua Wantim DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi Usman Ermulan. Menurut dia, pernyataan Al Haris di PAN yang mengatakan ada sejumlah partai yang mengajaknya bergabung, sangat menyinggung simpatisan, serta kader Golkar se- Provinsi Jambi.
"Saya juga pernah jadi Kepala Daerah, tapi tidak seperti itulah. Silahkan ambil sikap politik apapun, tapi jangan menyinggung perasaan semua Kader Golkar se-Provinsi Jambi ini. Kita jangan lupa dari mana kita dibesarkan," kata mantan Bupati Tanjung Jabung Barat ini.
Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi, H Cek Endra juga menyatakan sikap tegas atas pernyataan Al Haris ini di Pidato halal bi halal PAN.
"Dia sendiri (Al Haris) yang menyatakan mau masuk Golkar, baik ke DPP maupun ke DPD Golkar Jambi. Makanya kita tidak proaktif, karena hampir semua kader Golkar Jambi menolak Al Haris masuk ke Partai Golkar," katanya.
Cek Endra menegaskan, pihaknya tidak pernah mengajak ataupun membujuk Al Haris bergabung ke Golkar.
"Sejauh ini kita tidak pernah mengajak atau membujuk Al Haris untuk kembali bergabung ke Partai Golkar. Dia sendirilah yang mau masuk. Itupun ditolak ramai-ramai oleh kader Golkar," tegas mantan Bupati Sarolangun ini.
Al Haris sendiri belum bisa dimintai tanggapan soal ketersinggungan Golkar atas pidatonya di acara Hala Bi Halal Fraksi PAN tersebut.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Kominikasi dan informasi DPW PAN Provinsi Jambi Ansori Hasan menilai pidato Al Haris di acara PAN itu tidak bermaksud menyinggung pihak atau partai mana pun. Termasuk Golkar.
Menurut dia, dalam pernyataannya Al Haris juga tidak menyebut satupun nama Partai yang mengajaknya bergabung.
"Jadi apa yang disampaikan Wo Haris di acara itu normatif saja. Dia mengatakan banyak partai yang mengajak dirinya bergabung. Saya rasa itu benar. Karena saat ini beliau menjabat sebagai gubernur. Dan itu sah sah saja. Apalagi disaat menaghadapi pemilu 2024 mendatang. Dan saya meyakini itu,’’ katanya.
Seharusnya, lanjut Ansori, Golkar tidak perlu tersinggung. Apalagi merasa dikerdilkan.
Menurut dia, Golkar seharusnya bisa mencermati dengan seksama pidato Haris itu. Sebagai partai besar dan termasuk yang tertua dengan segudang kader yang sudah mumpuni, seharusnya Golkar bisa menyikapi masalah ini dengan kepala dingin.
"Tidak perlu bereaksi keras seperti saat ini. Contohlah PAN. Ketika berita kepindahan Wo Haris ke Golkar mencuat awal Februari lalu, PAN tidak bereaksi secara berlebihan. Dinamika seperti ini biasa saja dalam politik. Apalagi jelang pemilu. Dan saya meyakini tidak ada niat Wo Haris mau menyinggung pihak manapun dalam pidatonya itu. Pernyataan tersebut lebih kepada memberi semangat kepada para kader dan pengurus PAN,’’ pungkasnya.
Sebelumnya, berita Gubernur Jambi Al Haris ‘balik kandang’ ke Partai Golkar bikin heboh dunia perpolitikan Jambi.
Apalagi pernyataan kepindahan Al Haris ke Partai Beringin itu disampaikan langsung oleh sang Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Haris sendiri tidak menampik dia balik kandang ke Golkar. Ketika dikonfirmasi soal kepindahannya ke Partai Beringin saat itu, awalnya Haris hanya tersenyum.
Kemudian, dia mengakui memang sudah melakukan komunikasi ke Partai Golkar.
“Memang sudah ada komunikasi,” katanya ditemui di Rumah Dinas Gubernur, Minggu, 5 Februari 2023 lalu.
Kepindahan Haris ke Golkar ini pertama kali disampaikan oleh Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dihadapan Ketua DPD 1 Golkar se Indonesia dalam rakornis Bappilu di Bali.
Dalam sebuah video yang beredar, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia itu menyatakan banyak tokoh-tokoh yang mau bergabung ke partai beringin rindang. Seperti di Jawa Barat ada Ridwan Kamil dan di Jawa Timur ada Pakde Karwo.
“Sebentar lagi di Jambi. Saya dilaporkan oleh Pak Cek Endra (Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi), Gubernur Jambi pun Pak Al Haris akan kembali bergabung ke Golkar,” kata Airlangga, dalam sambutannya di hadapan kader Golkar dalam video yang beredar di Instagram. (*)
Kabel Transmisi Putus di Mestong Jambi Penyebab Blackout Listrik Sumatera
Makna Berkurban Idul Adha di Tengah Kesenjangan Sosial di Jambi
KABAR DUKA! Seorang Jamaah Haji Asal Jambi Meninggal Dunia di Makkah
Sepanjang Triwulan Pertama 2026 Ditemukan 1.443 Orang Dipasung Akibat Masalah Kesehatan Mental
Listrik se-Sumatera Padam Total, Pemerintah Didesak Audit Menyeluruh PLN