Penduduk Miskin Jambi Bertambah 4.450 Orang

Jumat, 03 Februari 2023 - 12:25:00 WIB

IMCNews.ID, Jambi - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi merilis jumlah penduduk miskin di Provinsi Jambi naik 4.450 orang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi Agus Sudibyo mengatakan, angka penduduk/orang miskin di Jambi per September 2022 sebanyak 283.820 orang. Angka tersebut naik sebanyak 4.450 orang dibandingkan bulan Maret 2022.

Kemudian, dibandingkan pada September 2021, angka orang miskin di Jambi naik 3.960 orang. Menurut Agus, pemerintah merilis angka kemiskinan sebanyak dua kali dalam setahun. Yaitu, pada bulan Maret dan September. Jika dipersentase, penduduk miskin (PO) Jambi pada bulan September 2022 sebanyak 7,70 persen. 

‘’Jumlah ini meningkat 0,08 persen dibandingkan Maret 2022 sebesar 7,62 persen. Sementara, jika dibandingkan dengan September 2021, angka kemiskinan di Jambi naik 0,03 persen. Di mana, pada September 2021 lalu, angka kemiskinan di Provinsi Jambi sebesar 7,67 persen,’’ jelasnya saat rilis di Kantor BPS Provinsi Jambi, Rabu (1/2/2023).

Lebih lanjut Agus menjelaskan, jika dibandingkan dengan provinsi di Pulau Sumatera, Jambi berada di posisi ke tujuh paling banyak penduduk Miskin. Paling rendah adalah Provinsi Bangka Belitung, 4,61 persen. 

Menurut dia, penyebab meningkatnya angka penduduk miskin ini di antaranya, karena naiknya harga BBM dan terjadinya inflasi di Jambi. 

"Beberapa waktu lalu, pemerintah menaikkan harga BBM, ini menjadi pemicu angka penduduk miskin bertambah," kata dia.

Kemudian, komoditi yang memberikan sumbangan kontribusi terhadap garis kemiskinan seperti beras dan rokok kretek filter. 

"Dibandingkan komoditi-komoditi yang lain, dua komoditi ini merupakan penyumbang terbesar terhadap garis kemiskinan pada September 2022," katanya. 

Namun, lanjut Agus, pemerintah telah memberikan bantuan sosial bagi warga terdampak kenaikan BBM tersebut. 

"Untuk penyaluran BLT BBM Provinsi Jambi pada bulan September 2022 sudha mencapai 85 persen," kata dia.

Selain itu, ada pula bantuan sosial lainnya yaitu Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pekerja yang gajinya dibawah Rp3,5 juta.

"Kemudian juga pencairan PKH, Bansos sembako," ujarnya.

Selain penduduki miskin, BPS Provinsi Jambi juga menyampaikan di bulan Januari 2023 Kota Jambi dan Muaro Bungo kembali inflasi. 

Menurut Agus, inflasi Kota Jambi dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, yaitu 6.15 persen. Sedangkan Muaro Bungo diangka 5.39 persen. Dan inflasi gabungan sebesar 6.07 persen.

Untuk Kota Jambi sendiri pada bulan Januari inflasi naik 0.91 persen, dibandingkan dengan Muaro Bungo naik 0.77 persen. Dengan gabungan angka inflasi 0.89 persen. 

"Kenaikan inflasi di bulan Januari ini dominan disebabkan oleh makanan dan minuman," katanya.

Sedangkan menurut perbandingan tingkat inflasi bulan ke bulan se-Sumatera, Kota Jambi berada diposisi 6 dan Muaro Bungo berada di nomor 10 . Namun secara tahun ke tahun untuk Jambi sendiri sudah berhasil keluar dari 20 besar. 

"Secara year on year (tahun ke tahun-red) tingkat inflasi secara nasional Jambi berada di nomor 26 dan Muaro Bungo di nomor 60," jelasnya.

Agus menuturkan lima komoditi yang memberikan andil inflasi untuk Kota Jambi pada bulan Januari yaitu Cabai Merah, Bawang Merah, Beras, Rokok Kretek Filter dan Kopi bubuk. Sedangkan untuk Muaro Bungo ada Cabai Merah, Bawang Merah, Emas Perhiasan, Rokok Kretek Filter dan Cabai Rawit. 

"Komoditi cabai lebih dominan memberikan sumbang inflasi dari bulan ke bulan, disusul oleh beras," pungkasnya. (*)



BERITA BERIKUTNYA